Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, pergerakan rupiah sore ini dipengaruhi oleh pelemahan indeks dolar AS, akibat sentimen gejolak di Timur Tengah.
“Kelompok Houthi mencatat kemajuan penting di dekat Taiz kota terbesar ketiga di Yaman dengan menguasai sebagian jalan pegunungan yang membuat pasukan pemerintah terkepung, menurut lima sumber militer dari pihak pemerintah Yaman,” kata Ibrahim dalam keterangannya.
Di sisi lain, pergerakan dolar AS dipengaruhi sentimen terhadap pengurangan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) akhir bulan mendatang.
“Laporan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) bulan Agustus juga berada di bawah ekspektasi, sementara angka-angka sebelumnya direvisi turun. Secara keseluruhan, data ketenagakerjaan dan inflasi yang lebih lemah ini telah mengurangi kemungkinan adanya kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan tanggal 27-28 Oktober mendatang,” ucap Ibrahim.