Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Menguat Terbatas, Akhiri Pergerakan di Rp17.900 per Dolar AS

2 min read
Rupiah Menguat Terbatas, Akhiri Pergerakan di Rp17.900 per Dolar AS
ilustrasi rupiah. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
  • Rupiah ditutup menguat tipis 13 poin atau 0,07 persen ke Rp17.900 per dolar AS pada Selasa sore, setelah pagi hari sempat melemah ke Rp17.927.

  • Kurs tengah JISDOR Bank Indonesia berada di Rp17.930 per dolar AS, lebih tinggi dibandingkan Rp17.899 pada penutupan perdagangan Senin, menandakan pelemahan menurut acuan BI.

  • Pelemahan indeks dolar akibat gejolak Timur Tengah menopang rupiah, tetapi harga minyak di atas 108 dolar AS dan sentimen domestik diperkirakan mendorong pelemahan pada Rabu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat pada penutupan perdagangan sore ini, Selasa (13/10/2026).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup menguat tipis, 13 poin atau 0,07 persen ke Rp17.900 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah melemah 14 poin atau 0,07 persen ke Rp17.927 per dolar AS.

  1. 1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

    Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp17.930 per dolar AS.

    Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (12/10/2026) yang di angka Rp17.899 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan sore ini dibandingkan kemarin.

  2. 2. Kebijakan Trump impor solar dari Rusia jadi sorotan

    Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, pergerakan rupiah sore ini dipengaruhi oleh pelemahan indeks dolar AS, akibat sentimen gejolak di Timur Tengah.

    “Kekhawatiran mengenai kerentanan infrastruktur energi dan jalur pelayaran di kawasan Teluk tetap menjadi sorotan setelah kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran menyerang bandara internasional Riyadh pada akhir pekan, serta adanya laporan serangan terhadap kapal tanker di dekat Selat Hormuz,” ucap Ibrahim dalam keterangan resmi.

    Di sisi lain, pasar masih menyoroti kesepakatan Presiden AS, Donald Trump untuk membeli solar dari Rusia, yang berujung serangan Rusia pada infrastruktur energi Ukraina.

    “Terdapat keraguan besar terkait gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina, terutama mengingat adanya laporan bahwa Rusia telah menyerang infrastruktur energi Ukraina setelah Trump mengumumkan kesepakatan itu,” tutur Ibrahim.

  3. 3. Rupiah diprediksi melemah lagi besok

    Ibrahim melihat, sentimen pelaku pasar terhadap kondisi domestik juga masih besar, yang membatasi penguatan rupiah. Apalagi, saat ini harga minyak mentah dunia masih tinggi, melampaui 108 dolar AS per barel.

    “Pemerintah perlu mencermati sejumlah tantangan dalam upayanya mengamankan sumber impor bahan bakar minyak (BBM) di tengah berlanjutnya konflik Timur Tengah yang memicu ketatnya pasokan energi global,” ujar Ibrahim.

    Atas faktor-faktor tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah akan kembali melemah pada perdagangan besok, Rabu (14/10).

    “Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp17.900-17.950. Sedangkan perdagangan dalam minggu di rentang Rp17.780-18.060,” ujar Ibrahim.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More