Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, pergerakan rupiah sore ini dipengaruhi oleh pelemahan indeks dolar AS, akibat sentimen gejolak di Timur Tengah.
“Kekhawatiran mengenai kerentanan infrastruktur energi dan jalur pelayaran di kawasan Teluk tetap menjadi sorotan setelah kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran menyerang bandara internasional Riyadh pada akhir pekan, serta adanya laporan serangan terhadap kapal tanker di dekat Selat Hormuz,” ucap Ibrahim dalam keterangan resmi.
Di sisi lain, pasar masih menyoroti kesepakatan Presiden AS, Donald Trump untuk membeli solar dari Rusia, yang berujung serangan Rusia pada infrastruktur energi Ukraina.
“Terdapat keraguan besar terkait gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina, terutama mengingat adanya laporan bahwa Rusia telah menyerang infrastruktur energi Ukraina setelah Trump mengumumkan kesepakatan itu,” tutur Ibrahim.