Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi penguatan rupiah sore ini didorong peluang gencatan senjata di Timur Tengah, baik antara AS dan Iran, maupun Israel dengan Lebanon. Presiden AS, Donald Trump mendorong gencatan senjata antara Israel dengan Lebanon.
“Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia percaya kemajuan sedang dicapai antara Israel dan Lebanon dan bahwa Lebanon pantas mendapatkan perdamaian,” kata Ibrahim dalam keterangan resmi.
Sementara itu, di dalam negeri, pelaku pasar mempertimbangkan catatan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) terkait ekonomi Indonesia yang dinilai memulai 2026 dengan cukup kuat. Produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5,6 persen secara tahunan pada kuartal I/2026, ditopang permintaan domestik dan belanja pemerintah yang melonjak 21,8 persen.
“Konsumsi rumah tangga dan investasi juga tetap solid setelah pelonggaran kebijakan moneter sepanjang 2025 mendorong penurunan biaya pinjaman,” tutur Ibrahim.