Rupiah Berhasil Menguat Tipis ke Rp18.027 per Dolar AS di Pembukaan

- Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp18.027 per dolar AS, naik 22 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
- Analis memperkirakan pelemahan rupiah masih terbatas karena indeks dolar AS cenderung datar di tengah harapan damai Timur Tengah.
- Pelaku pasar bersikap wait and see jelang rilis data NFP AS, dengan proyeksi rupiah bergerak di kisaran Rp18.000–Rp18.100 per dolar AS.
1. Rupiah akan melemah secara terbatas
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Namun, pelemahan tersebut diperkirakan berlangsung terbatas di tengah pergerakan indeks dolar AS yang cenderung datar.
Pergerakan dolar AS saat ini dipengaruhi beragam sentimen eksternal, terutama perkembangan terkait harapan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah namun terbatas terhadap dolar AS. Indeks dolar AS sendiri terpantau datar oleh sinyal yang beragam terkait harapan damai di Timur Tengah," ujar Lukman.
2. Pelaku pasar ambil sikap wiat and see
Selain itu, pelaku pasar juga cenderung mengambil sikap wait and see menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Non-Farm Payrolls (NFP) yang akan diumumkan pada malam hari waktu Indonesia. Data tersebut dinilai penting karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.
Dari sisi eksternal, Lukman menilai sentimen risk-off di pasar keuangan global juga berpotensi menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Kondisi tersebut dipicu aksi jual pada saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya menjadi motor penguatan pasar saham global.
"Sentimen eksternal lain yang bisa membuat rupiah lesu adalah meningkatnya risk-off di pasar ekuitas akibat aksi jual saham-saham AI," katanya.
3. Rupiah diprediksi akan bergerak pada level Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS
Sementara itu, dari dalam negeri, Lukman melihat belum ada katalis baru yang cukup kuat untuk mendorong penguatan rupiah. Pasar masih menantikan perkembangan positif yang dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik.
"Sentimen domestik masih sama, belum ada katalis maupun perkembangan baru yang positif," ujar dia.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.








![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)








![[QUIZ] Cari Tahu di Umur Berapa Kamu akan Mencapai Financial Freedom](https://image.idntimes.com/post/20250809/pexels-pavel-danilyuk-7654621_fcdf0e58-11fe-4e36-b4ca-ee76f6e09991.jpg)