Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Pemerintah Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kilo
ilustrasi kedelai (freepik.com/jcomp)
  • Pemerintah menetapkan subsidi Rp2.000 per kilogram untuk impor kedelai guna menjaga harga pangan tetap stabil di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
  • Subsidi ini berlaku untuk 250 ribu ton pertama kedelai impor dan akan disalurkan melalui Perum Bulog kepada pengusaha serta pengrajin tempe dan tahu.
  • Kebijakan subsidi masih menunggu tindak lanjut administratif dari Kemenko Perekonomian dan Kementerian Keuangan setelah dilaporkan kepada Presiden Prabowo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
9 Juni 2026

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan keputusan pemerintah memberikan subsidi Rp2.000 per kilogram untuk impor kedelai setelah rapat di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta. Keputusan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga keterjangkauan harga sembako.

kini

Pemerintah menyiapkan skema subsidi untuk 250 ribu ton pertama kedelai impor dengan penyaluran melalui Perum Bulog. Kebijakan tersebut masih menunggu tindak lanjut teknis dari Kemenko Perekonomian dan Kementerian Keuangan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah memutuskan memberikan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram untuk impor kedelai guna menjaga stabilitas harga bahan pangan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  • Who?
    Keputusan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, dengan pelaksanaan teknis akan melibatkan Perum Bulog.
  • Where?
    Pengumuman dilakukan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, dan kebijakan berlaku untuk distribusi kedelai impor di seluruh Indonesia.
  • When?
    Kebijakan diumumkan pada Selasa, 9 Juni 2026, setelah rapat pemerintah yang membahas ketersediaan bahan pokok nasional.
  • Why?
    Subsidi diberikan untuk menekan dampak kenaikan harga akibat pelemahan rupiah hingga Rp18.000 per dolar AS agar kebutuhan tempe dan tahu tetap terjangkau bagi masyarakat.
  • How?
    Pemerintah menyiapkan subsidi untuk 250 ribu ton kedelai impor pertama melalui Perum Bulog; proses lanjutan masih menunggu koordinasi dengan Kemenko Perekonomian dan Kementerian Keuangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Uangnya Indonesia sekarang lemah, jadi harga kedelai bisa naik. Pak Prabowo dan Pak Zulhas bilang pemerintah mau bantu kasih uang Rp2.000 buat tiap kilo kedelai dari luar negeri. Biar tempe dan tahu gak mahal. Bulog nanti yang bagi ke orang yang bikin tempe dan tahu. Sekarang masih nunggu aturan lanjutannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keputusan pemerintah memberikan subsidi Rp2.000 per kilogram untuk impor kedelai menunjukkan komitmen kuat menjaga keterjangkauan pangan di tengah pelemahan rupiah. Langkah ini mencerminkan perhatian langsung Presiden terhadap kebutuhan pokok rakyat, sekaligus upaya proaktif menstabilkan harga bagi pengrajin tahu dan tempe melalui koordinasi lintas kementerian yang terencana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah memutuskan memberikan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram untuk impor kedelai guna menjaga stabilitas harga bahan pangan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, usai rapat yang membahas ketersediaan bahan pokok. Menurut dia, langkah itu merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar kebutuhan sembako masyarakat tetap terjangkau dalam kondisi ekonomi apa pun.

"Bapak Presiden instruksikan, arahan Bapak Presiden agar sungguh-sungguh secara serius memperhatikan kebutuhan sembako untuk rakyat kita. Tidak boleh memberatkan bagi masyarakat kita dalam situasi seperti apa pun," kata menteri yang karib disapa Zulhas tersebut di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

1. Pemerintah subsidi kedelai impor Rp2.000 per kilogram

Deretan lapak pedagang Pasar Peterongan Semarang yang menjual kedelai dan kacang-kacangan. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Zulhas mengatakan, saat ini kedelai hampir seluruhnya berasal dari impor. Oleh karena itu, pergerakan nilai tukar rupiah berpotensi memengaruhi harga maupun ukuran produk olahan berbahan baku kedelai.

"Oleh karena itu, tadi kami sudah memutuskan rapat di sini, kedelai yang hampir 100 persen impor itu tentu akan terkait harganya, mungkin gak naik, tapi ukurannya kurang," ujar dia.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pemerintah memutuskan memberikan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram untuk dijual langsung ke pengusaha kedelai.

"Nah oleh karena itu tadi kita putuskan disubsidi Rp2.000 per kilo," kata dia.

2. Berlaku untuk 250 ribu ton pertama

ilustrasi kedelai (pixabay.com/allybally4b)

Pemerintah menyiapkan skema subsidi untuk volume awal sebesar 250 ribu ton kedelai impor. Penyalurannya akan dilakukan melalui Perum Bulog langsung ke pengusaha atau pengrajin tempe, tahu, dan sebagainya.

Menurut Zulhas, pemerintah sengaja memberikan subsidi lebih besar dari potensi kenaikan biaya akibat pelemahan kurs rupiah.

"Dolar kan Rp16.500 jadi Rp18 ribu, sebetulnya gak sampai Rp2.000 kan, tapi kita tadi kasih Rp2.000 per kilo untuk 250 ribu ton pertama. Nanti Bulog yang atur teknisnya seperti apa," ujar dia.

3. Menunggu proses lanjutan di Kemenko Perekonomian dan Kemenkeu

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Meski telah diputuskan dalam rapat, kebijakan subsidi harga kedelai tersebut masih memerlukan tindak lanjut administratif dari pemerintah.

Zulhas mengatakan, usulan tersebut akan diteruskan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan untuk proses teknis berikutnya.

"Kita putuskan di sini, ini nanti akan diusulkan, nanti yang teknis selanjutnya tentu Menteri Perekonomian bersama Kementerian Keuangan yang kami akan bersurat ke sana," ujar dia.

Zulhas pun memastikan rencana tersebut telah lebih dulu dilaporkan kepada Presiden Prabowo.

"Tapi ini sudah lapor ke Bapak Presiden," kata dia.

Editorial Team

Related Article