Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Pemerintah Pilih Skema Barter dengan Filipina
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Pemerintah menyiapkan skema barter dengan Filipina sebagai alternatif transaksi dagang di tengah melemahnya rupiah yang menembus Rp18 ribu per dolar AS.
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut kedua negara sama-sama terdampak tekanan nilai tukar, sehingga barter dinilai bisa mempermudah perdagangan bilateral.
  • Penandatanganan kontrak kerja sama dijadwalkan pada 12 Juni 2026, namun jenis komoditas yang akan dipertukarkan masih dirahasiakan oleh pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menyiapkan alternatif transaksi perdagangan menggunakan skema barter di tengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah sudah menyentuh Rp18 ribu per dolar AS.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan opsi barter mulai dijajaki setelah pihaknya bertemu dengan pengusaha asal Filipina dalam rangkaian pertemuan ASEAN. Pengusaha tersebut selama ini diketahui mengimpor produk dari Indonesia.

"Kita juga ada alternatif misalnya pakai barter," katanya usai menggelar konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis (4/6/2026).

1. Kondisi kurs jadi pertimbangan skema barter

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Budi menjelaskan, skema barter dipertimbangkan karena nilai tukar di Filipina juga sedang mengalami tekanan. Karena itu, pemerintah mulai mencari alternatif transaksi yang dinilai bisa mempermudah perdagangan kedua negara.

Menurut dia, pemerintah telah mencarikan pembeli atau buyer untuk skema tersebut dan proses penjajakan dengan mitra dagang juga sudah dilakukan.

"Filipina kan juga nilai tukarnya kan juga lagi kurang bagus. Jadi bagaimana kalau kita pakai cara barter. Nah ini sudah kita carikan buyer-nya segala macam sudah ketemu," paparnya.

2. Jenis komoditasnya masih dirahasiakan

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Lebih lanjut, Budi mengatakan penandatanganan kontrak dengan pembeli ditargetkan berlangsung pada 12 Juni 2026. Namun, dia belum membuka jenis komoditas yang akan masuk dalam kerja sama barter tersebut.

"Nanti tanggal 12 kita akan tanda tangan kontrak dengan buyer ya. (Komoditasnya) nanti, nanti tanggal 12 ya," ujar Budi.

3. Rupiah tembus Rp18 ribu per dolar AS hari ini

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Kamis (4/6/2026). Mata uang Garuda sudah tembus Rp18 ribuan per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg per pukul 09.03 WIB, rupiah berada di level Rp18.003,5 per dolar AS atau melemah 37 poin, setara 0,21 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Editorial Team

Related Article