Rupiah Tertekan, Sinyal Hawkish The Fed Bikin Dolar AS Menguat

- Sinyal hawkish The Fed dorong dolar AS
- Antisipasi data inflasi AS tambah tekanan
- Proyeksi pergerakan rupiah hari ini
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat mengawali perdagangan Selasa (13/1/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.880 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.11 WIB, rupiah berada di level Rp16.871 per dolar AS, melemah 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.855 per dolar AS.
1. Sinyal hawkish The Fed dorong dolar AS
Pengamat pasar uang Lukman Leong menyampaikan pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang kembali terjadi setelah pernyataan bernada hawkish dari pejabat Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Sikap hawkish adalah kecenderungan bank sentral untuk tetap berhati-hati atau menahan penurunan suku bunga demi menjaga inflasi.
"Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yg rebound merespon pernyataan hawkis pejabat The Fed William yang mengisyaratkan bahwa The Fed tidak perlu buru-buru menurunkan suku bunga," ujarnya.
2. Antisipasi data inflasi AS tambah tekanan
Selain pernyataan pejabat The Fed, Lukman menilai dolar AS juga mendapat dukungan dari antisipasi rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada malam ini. Data inflasi merupakan indikator penting yang mencerminkan laju kenaikan harga barang dan jasa, sekaligus menjadi acuan utama arah kebijakan suku bunga bank sentral.
"Dolar AS juga didukung oleh antisipasi data inflasi AS malam ini yang diperkirakan akan naik," kata Lukman.
3. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah berada dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS masih mencatat penguatan 1,05 persen sejak awal tahun (year to date/ytd) terhadap rupiah.
Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan dolar AS terhadap rupiah tercatat berada di rentang Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS.


















