Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

The Fed Agresif, Rupiah Melemah ke Level Rp14.363

The Fed Agresif, Rupiah Melemah ke Level Rp14.363
Ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada pembukaan perdagangan pagi ini, Kamis (7/4/2022).

Dikutip dari Bloomberg, rupiah melemah 4 poin ke level Rp14.363 per dolar AS pagi ini. Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp14.359 per dolar.

1. Rupiah berpotensi melemah lagi di penutupan

Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi untuk melemah lagi di penutupan sore nanti. Ini karena investor masih fokus pada Bank Sentral AS the Federal Reserve atau the Fed.

“Nilai tukar rupiah mungkin bisa tertekan hari ini terhadap dolar AS, dengan menguatnya ekspektasi kebijakan pengetatan moneter AS yang lebih agresif tahun ini,” katanya.

2. Ada dukungan untuk kebijakan agresif the Fed

Menurut Ariston, dinihari tadi, notulen rapat Bank Sentral AS menyebutkan dukungan para anggota the Fed terhadap kebijakan pengetatan moneter AS yang lebih agresif, untuk memerangi inflasi yang tinggi di AS.

“Termasuk kebijakan penjualan obligasi yang dimiliki the Fed untuk mengurangi likuiditas pasar,” jelasnya.

3. Pelemahan rupiah mungkin terbatas

Di sisi lain, Ariston mengatakan, rencana perilisan cadangan strategis minyak mentah negara-negara anggota IEA (International Energy Agency) sebesar 120 juta barel untuk menambah pasokan dan membantu menurunkan harga minyak mentah, mungkin bisa membantu menahan pelemahan rupiah.

Menurut dia, turunnya harga minyak mentah mengurangi risiko kenaikan inflasi yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Hari ini rupiah mungkin bisa melemah ke kisaran Rp14.380, dengan potensi support di kisaran Rp14.330,” ujar Ariston.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rehia Sebayang
Sunariyah Sunariyah
Rehia Sebayang
EditorRehia Sebayang
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Tips Mengendalikan Pengeluaran setelah Gajian Agar Hemat

04 Apr 2026, 22:00 WIBBusiness