Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum di Islamabad 30 Hari

BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum di Islamabad 30 Hari
Bendera Pakistan (pexels.com/Talha Riaz)
Intinya Sih

  • Pemerintah Pakistan menggratiskan transportasi umum di Islamabad selama 30 hari sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar yang naik hingga lebih dari 50 persen.
  • Kenaikan harga BBM dipicu gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz akibat konflik Timur Tengah, yang juga menyebabkan korban jiwa dan hilangnya pekerja migran Asia.
  • Sejumlah negara Asia seperti Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh menerapkan kebijakan hemat energi nasional untuk menekan dampak krisis energi global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi menyatakan seluruh layanan angkutan umum di Islamabad digratiskan bagi warga selama 30 hari. Kebijakan ini mulai diterapkan pada Sabtu (4/4/2026), dengan seluruh biaya ditanggung pemerintah pusat sekitar 1,2 juta dolar AS (setara Rp20,4 miliar).

Langkah tersebut diambil sebagai tanggapan atas lonjakan harga bahan bakar yang signifikan. Harga bensin meningkat dari 1,15 dolar AS per liter (setara Rp19.550) menjadi 1,64 dolar AS per liter (setara Rp27.880), atau naik 42,7 persen, sedangkan solar naik dari 1,20 dolar AS per liter (setara Rp20.400) menjadi 1,86 dolar AS per liter (setara Rp31.620), atau melonjak 54,9 persen, yang langsung diberlakukan dan memicu protes di sejumlah kota serta antrean panjang di SPBU, dilansir dari Anadolu Agency.

1. Pemerintah daerah Pakistan beri subsidi transportasi

ilustrasi bahan bakar fosil (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi bahan bakar fosil (pexels.com/cottonbro studio)

Pemerintah provinsi Punjab turut menggratiskan layanan transportasi umum bagi masyarakat. Otoritas setempat menyediakan subsidi khusus bagi bus dan truk, sementara Kepala Menteri Punjab Maryam Nawaz Sharif meminta operator tak menaikkan tarif serta menjanjikan bantuan keuangan saat kondisi membaik.

Di wilayah Sindh, pemerintah Karachi mengumumkan pemberian subsidi kepada pengendara sepeda motor dan petani kecil. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi beban akibat kenaikan harga bahan bakar yang terjadi.

Selain itu, Pakistan menjalankan kebijakan penghematan energi secara luas. Kabinet di bawah Perdana Menteri Shehbaz Sharif menerapkan sistem kerja empat hari untuk kantor pemerintah dan universitas, serta memperpanjang libur sekolah dan memindahkan kegiatan belajar ke sistem daring.

Dilansir dari India Today, Dana Moneter Internasional (IMF) juga telah mencapai kesepakatan awal dengan Pakistan terkait paket bantuan senilai 1,2 miliar dolar AS (setara Rp20,4 triliun).

2. Konflik Timur Tengah ganggu distribusi energi global

Penampakan Selat Hormuz dari satelit
Penampakan Selat Hormuz dari satelit (Jacques Descloitres, MODIS Land Rapid Response Team, NASA/GSFC, Public domain, via Wikimedia Commons)

Kenaikan harga bahan bakar di Pakistan berkaitan dengan gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah. Jalur tersebut biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap hari, sehingga penurunan pengiriman turut mendorong kenaikan harga minyak dunia serta biaya logistik dan asuransi.

Dampak konflik juga dirasakan pekerja migran dan sektor pelayaran. Kementerian Luar Negeri Nepal melaporkan 21 pekerja migran asal Nepal mengalami luka sejak konflik dimulai, satu orang tewas akibat serangan drone Iran, dan 11 lainnya ditahan dengan tuduhan menyebarkan informasi palsu, menurut pernyataan juru bicara kementerian.

Sementara itu, penyiar publik Thailand Thai PBS melaporkan penemuan sisa-sisa manusia di kapal Thailand bernama Mayuree Naree saat pencarian lanjutan dilakukan. Kapal tersebut sebelumnya diserang di Selat Hormuz dekat Oman dan masih menyisakan tiga awak yang belum ditemukan, sedangkan Kementerian Luar Negeri Thailand menyebut sisa tersebut akan dikirim untuk identifikasi forensik.

Berdasarkan perhitungan Anadolu Agency, sedikitnya 26 warga dari berbagai negara Asia tewas atau masih hilang sejak konflik berlangsung. Angka itu mencakup 9 orang dari India termasuk satu yang belum ditemukan, 4 dari Bangladesh, 4 dari Pakistan, serta masing-masing 1 dari China, Nepal, dan Filipina, sementara 3 warga Indonesia dan tiga warga Thailand juga masih hilang di perairan sekitar kawasan tersebut.

3. Negara Asia terapkan kebijakan hemat energi nasional

lustrasi beberapa bendera negara di Asia
ilustrasi beberapa bendera negara di Asia (pexels.com/Thể Phạm)

Sejumlah negara di Asia mulai mengadopsi kebijakan untuk menghadapi tekanan krisis energi global.

Di Indonesia, aparatur sipil negara yang bekerja dari rumah diwajibkan mengaktifkan pelacakan lokasi di perangkat serta merespons komunikasi dalam waktu lima menit selama jam kerja.

Di Malaysia, pegawai negeri yang tinggal lebih dari 8 kilometer dari kantor dan menjalani sistem kerja dari rumah tiga hari per minggu mulai 15 April 2026 harus melakukan pelaporan daring setiap jam menggunakan geolokasi, menurut laporan Free Malaysia Today.

Adapun Bangladesh mengurangi jam kerja kantor pemerintah, swasta, dan bank selama satu jam. Seluruh toko dan pusat perbelanjaan diwajibkan tutup pukul 18.00 waktu setempat, sementara Perdana Menteri bersama jajaran menteri menurunkan penggunaan bahan bakar kendaraan dinas sebesar 30 persen serta menghentikan sementara pinjaman tanpa bunga untuk pembelian kendaraan bagi pejabat.

Sumber referensi:

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More