Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-01-26 at 18.06.27.jpeg
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menekankan pentingnya penguatan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter guna mendorong pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Triyan Pangastuti)

Intinya sih...

  • Thomas Djiwandono menekankan pentingnya sinergi fiskal–moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

  • Strategi GERAK yang diperkenalkan Thomas mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara lincah dan adaptif.

  • Thomas memastikan independensi BI tetap terjaga dalam menjalankan kebijakan fiskal–moneter.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menekankan pentingnya penguatan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, bank sentral bersama para pemangku kepentingan lainnya memiliki tujuan yang sama, yakni membangun Indonesia.

“Saya merasa bahwa pengelolaan kebijakan dan para pengelola kebijakan saat ini harus bersinergi. Kita ketahui bersama bahwa pertumbuhan ekonomi yang telah dicanangkan merupakan suatu alur atau jalan agar Indonesia dapat bangun dan maju,” ujarnya saat uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Dalam paparannya, Thomas memperkenalkan konsep Strategi GERAK yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara lincah dan adaptif.

Adapun lima strategi yang dikedepankan meliputi tata kelola kebijakan yang kuat dan kredibel, efektivitas kebijakan untuk menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi, resiliensi sistem keuangan dan pasar keuangan guna menjaga financial security, serta keberlanjutan transformasi keuangan.

“Saya merasa bahwa lima hal ini dapat membangun dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan secara adaptif dan agile. Agile itu lincah, mungkin istilahnya. Saya menamakan strategi ini sebagai Strategi GERAK,” ucapnya.

Meski mengedepankan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, Thomas memastikan independensi BI sebagai bank sentral tetap terjaga apabila dirinya terpilih menjadi Deputi Gubernur BI.

Ia menegaskan, BI akan tetap independen dan berhati-hati dalam menjalankan kebijakan sesuai dengan koridor mandat yang dimiliki.

Menurut Thomas, payung hukum seperti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) telah memberikan dasar yang kuat bagi independensi BI. Hal tersebut menjadi modal krusial dalam menjalankan strategi yang kredibel

“Sinergi dengan pemangku kepentingan lain, sinergi dengan fiskal, sinergi dengan OJK, dan lembaga keuangan lainnya tidak mengurangi independensi Bank Indonesia,” tegas Thomas.

Sebagai informasi, dalam fit and proper test ini, keponakan Presiden Prabowo Subianto tersebut bersaing dengan dua calon Deputi Gubernur BI dari internal BI, yakni Solikin M. Juhro dan Dicky Kartikoyono.

Editorial Team