Ilustrasi logo TikTok (unsplash.com/Jonathan Kemper)
Menurut dia, tren tersebut berlanjut pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan unduhan global mencapai 140 persen secara tahunan (year on year/yoy). Asia Tenggara menyumbang sekitar 32 persen dari total unduhan global dan mencatat pertumbuhan hingga 220 persen YoY.
Pengguna di kawasan ini juga menghabiskan waktu rata-rata hampir 40 menit per hari untuk menikmati konten drama pendek yang dirancang khusus untuk perangkat mobile.
Di sisi lain, industri gim global juga masih menyimpan potensi besar. Berdasarkan Video Gaming Report 2026 dari Boston Consulting Group (BCG), nilai pasar gim global diperkirakan mencapai 350 miliar dolar AS pada 2030.
"Laporan tersebut menunjukkan tingkat keterlibatan pemain yang terus meningkat. Sebanyak 55 persen responden mengaku menghabiskan lebih banyak waktu bermain gim pada paruh kedua 2025 dibandingkan periode sebelumnya," ucapnya.
Melihat tren tersebut, TikTok meluncurkan sejumlah solusi baru untuk membantu pengembang aplikasi, penerbit konten, dan pengiklan menjangkau pengguna secara lebih efektif.
Salah satunya melalui fitur Mini Dramas dan Mini Games yang terintegrasi langsung di dalam aplikasi TikTok. Fitur ini memungkinkan pengguna menemukan, menonton, memainkan, hingga melakukan pembelian tanpa harus keluar dari platform.
TikTok juga memperkenalkan TikTok Growth Max, solusi periklanan berbasis otomatisasi yang dirancang untuk mengoptimalkan kinerja kampanye pemasaran mulai dari tahap penemuan (discovery), keterlibatan pengguna (engagement), hingga konversi.