Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Aman Transaksi Pakai COD Biar Gak Kena Tipu

5 Tips Aman Transaksi Pakai COD Biar Gak Kena Tipu
ilustrasi COD Ninja Xpress (dok. Ninja Xpress)
Intinya sih...
  • Konfirmasi Kendala: Pastikan penerima paket ada di rumah dan alamat valid untuk menghindari kerugian waktu dan biaya pengiriman balik.
  • Periksa Riwayat Pembeli: Cek riwayat pembeli untuk menghindari pembatalan sepihak dan penolakan pesanan tanpa konfirmasi.
  • Batasi Penggunaan COD: Batasi penggunaan COD di daerah sulit dijangkau untuk meminimalkan risiko tidak sampainya produk.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tahukan kamu kalau pembayaran dengan metode cash on delivery (COD) bisa menjadi pilihan menguntungkan untuk bisnis online? Hal itu sejalan dengan survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan, sebanyak 83,11 persen transaksi e-commerce diselesaikan dengan metode COD.

Satu alasan mengapa COD begitu disenangi adalah lantaran pembayaran dilakukan oleh penerima barang setelah barang tersebut sampai di tangan mereka.

Metode COD pun dianggap lebih praktis dan aman karena dapat mengurangi risiko penipuan di tengah maraknya belanja online.

Di sisi lain, ada beberapa risiko yang perlu kamu waspadai agar tidak mendapatkan masalah dan meminimalkan kerugian yang mungkin bisa kamu dapat sebagai penjual.

Berikut ini lima tips aman dan antirugi menerapkan sistem COD yang diberikan oleh Oky Andries, seorang pakar pemasaran bersama Ninja Xpress.

Table of Content

1. Konfirmasi

1. Konfirmasi

ilustrasi COD Ninja Xpress (dok. Ninja Xpress)
ilustrasi COD Ninja Xpress (dok. Ninja Xpress)

Kendala paling sering terjadi ketika menerapkan sistem COD adalah saat penerima paket tidak berada di rumah, alamat yang tidak dapat ditemukan, atau konsumen menggunakan alamat palsu.

Dalam situasi seperti ini, penting melakukan konfirmasi ulang agar kamu dan pihak pengiriman dapat menghindari kerugian waktu yang tidak perlu.

Selain itu, hal ini juga dapat mencegah biaya pengiriman balik yang mungkin dikenakan jika konsumen tidak menerima paket.

2. Periksa riwayat pembeli jika ada pembatalan sepihak

Ilustrasi COD. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi COD. (IDN Times/Aditya Pratama)

Masih banyak konsumen belum mengerti prosedur COD yang mengharuskan pembayaran sebelum paket dibuka. Kadang-kadang konsumen membuka paket sebelum membayar dan kemudian mengajukan komplain jika barang tidak sesuai.

Namun, dalam beberapa kasus, konsumen memang membuka paket sebelum membayar dan menolak menerima pesanan tersebut. Selain itu, metode COD memungkinkan pembelian tanpa konfirmasi sehingga beberapa orang “tanpa sengaja” bisa melakukan pembelian dan akhirnya menolak menerima pesanan mereka.

Jika kamu mendapati situasi tersebut, memeriksa riwayat pembeli dapat membantumu menghindari kerugian yang tidak perlu.

3. Batasi penggunaan COD di daerah spesifik

Proses pengiriman paket Ninja Xpress (Dok.istimewa)
Proses pengiriman paket Ninja Xpress (Dok.istimewa)

Di Indonesia, masih ada daerah yang sulit dijangkau oleh layanan COD. Hal itu lantaran kendala aksesibilitas dan kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Terlebih lagi, konsumen seringkali memilih COD jika merasa ongkos kirim mahal dan mereka memesan produk dalam jumlah besar untuk menghindari kerugian.

Namun, perlu diingat bahwa daerah dengan akses yang sulit dapat meningkatkan risiko tidak sampainya produk. Imbasnya, bisnismu pun bakal mengalami kerugian.

Oleh karena itu, dengan membatasi penggunaan COD di daerah-daerah tertentu maka kamu dapat meminimalkan risiko dan memastikan pengalaman pelanggan yang lebih aman dan efisien.

4. Sediakan dana cadangan untuk menjaga cash flow

ilustrasi COD Ninja Xpress (dok. Ninja Xpress)
ilustrasi COD Ninja Xpress (dok. Ninja Xpress)

Salah satu tips aman lainnya dalam menggunakan metode COD adalah memiliki dana cadangan yang cukup. Hal tersebut berkaitan karena COD seringkali tidak efisien dalam mengelola aliran kas bisnis.

Ini disebabkan oleh proses pembayaran COD yang melibatkan penahanan uang oleh pihak pengiriman sehingga bisnis harus menunggu untuk menerima pembayaran dari konsumen setelah barang sampai.

Oleh karena itu, penting untuk memiliki dana cadangan yang cukup untuk mengatasi keterlambatan pembayaran dan menjaga kelancaran keuangan bisnis kamu.

5. Memberi peringatan kepada pembeli

Riders Ninja Xpress memberikan paket pada penerima dengan aman. (Dok. Ninja Xpress).
Riders Ninja Xpress memberikan paket pada penerima dengan aman. (Dok. Ninja Xpress).

Sebagai penjual, kamu disarankan memberi tahu konsumen untuk memeriksa kembali alamat pengiriman dan mengonfirmasi pesanan mereka sebelum menggunakan metode COD.

Langkah tersebut penting untuk mencegah potensi masalah terkait produk dan pengiriman. Sebuah hal bijaksana bijaksana jika pemberian peringatan dilakukan segera setelah pesanan diterima agar tidak menghambat proses pemenuhan pesanan.

Jika tidak ada respons dari chat, kamu juga bisa menghubungi konsumen secara langsung melalui telepon untuk konfirmasi lebih lanjut.

Hal itu dapat membantu memastikan bahwa pesanan berjalan lancar dan mengurangi kemungkinan kesalahan atau ketidaknyamanan di pihak pembeli.

FAQ seputar Tips Aman Transaksi Pakai COD Biar Gak Kena Tipu

Apa itu transaksi COD dan kenapa banyak dipilih pembeli?

Transaksi COD (Cash on Delivery) adalah metode belanja online di mana pembeli hanya membayar saat barang diterima di tempat mereka, sehingga mereka bisa melihat barang dulu sebelum membayar, membuatnya terasa lebih aman dibanding transfer dulu.

Bagaimana cara memastikan pembeli atau penjual COD itu benar?

Sebelum transaksi, lakukan konfirmasi ulang dengan lawan transaksi untuk memastikan alamat, barang yang dipesan, dan jadwal pengantaran supaya kamu tidak salah paham atau salah kirim.

Kenapa perlu cek riwayat pembeli sebelum setuju COD?

Kalau riwayat pembeli terlihat pernah membatalkan COD atau tidak pernah mengikuti prosedur dengan benar, risiko kamu rugi karena penolakan barang tanpa alasan valid bisa meningkat; jadi pastikan dulu riwayatnya.

Apakah semua lokasi aman untuk COD?

Tidak selalu. Sebaiknya batasi penggunaan COD pada daerah-daerah tertentu yang mudah dijangkau dan aman, karena di area sulit dijangkau risiko kehilangan atau paket tidak sampai bisa lebih tinggi.

Perlukah punya dana cadangan saat melayani COD?

Ya. Karena pembayaran COD seringnya baru cair setelah barang sampai, punya dana cadangan membantu menjaga aliran kas bisnis tetap lancar dan mengantisipasi keterlambatan penerimaan uang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
Jumawan Syahrudin
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in Business

See More

ATR Kirim Spesialis untuk Investigasi Jatuhnya Pesawat di Makassar

18 Jan 2026, 20:15 WIBBusiness