Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mentan Amran Sebut Ulah Perantara Bikin Harga Ayam-Telur Naik

Mentan Amran Sebut Ulah Perantara Bikin Harga Ayam-Telur Naik
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Mentan Andi Amran Sulaiman menuding pedagang perantara sebagai penyebab naiknya harga ayam dan telur selama Ramadan, dengan kenaikan mencapai ribuan rupiah per kilogram.
  • Amran memastikan harga dari distributor sudah sesuai aturan dan menyebut Kementan telah menuntaskan masalah sehingga harga mulai turun di pasaran.
  • Pemerintah akan memberi sanksi tegas bagi pihak yang melanggar HET, sementara data menunjukkan harga ayam sempat tembus Rp65 ribu dan telur hingga Rp45 ribu per kilogram di beberapa pasar Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman buka suara soal harga ayam dan telur ayam yang melonjak di Ramadan 1447 Hijriyah ini. Dia mengatakan, ulah dari pedagang perantara alias middleman menyebabkan terkereknya harga kedua komoditas tersebut.

"Yang menaikkan ternyata middleman. Daging dia naikkan Rp 23.000 per kilogram. Ayam dia naikkan Rp8.000 per kilogram," kata Amran di Gudang Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta & Banten, di Jakarta Utara, Rabu (4/3/2026).

1. Distributor sudah jual sesuai ketentuan harga

Menurut Amran, harga daging ayam dan telur ayam dari distributor sudah sesuai dengan ketentuan. Namun, dia memastikan Kementan sudah menuntaskan persoalan tersebut, sehingga harga ayam dan telur ayam sudah mulai turun.

"Daging ayam sama telur itu tadi aku sudah beresin," ucap Amran.

2. Bakal ada tindakan tegas

Mentan Amran Sebut Ulah Perantara Bikin Harga Ayam-Telur Naik
Jelang hari raya Idul Fitri, harga ayam di Pasar cisalak, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, mengalami kenaikan. (IDNTimes/Dicky)

Amran mengatakan, ada tindakan tegas bagi siapa saja yang mengambil kesempatan untuk menaikkan harga di atas ketentuan.

"Kami minta segel tutup. Aku yang tanggung jawab. Iya kan bisa ditutup, perusahaannya. Ada kan perusahaannya? Kan ada HET (harga eceran tertinggi), enggak boleh dilanggar," tutur Amran.

3. Harga ayam tembus hingga Rp65 ribu per kilogram

Mentan Amran Sebut Ulah Perantara Bikin Harga Ayam-Telur Naik
Ilustrasi daging ayam di pasar tradisional. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Berdasarkan data Info Pangan Jakarta, di sejumlah pasar harga daging ayam masih tinggi. Misalnya, harga rata-rata ayam di Pasar Senen, Jakarta Pusat tembus Rp53.738 per kg, dengan harga tertinggi di pasar tersebut mencapai Rp65 ribu per kg.

Kemudian, di Pasar Pulo Gadung, Jakarta Timur, harga rata-rata daging ayam mencapai Rp50 ribu per kg, dengan harga tertinggi di Pasar Pulo Gadung. Begitu juga di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, harga rata-rata daging ayam mencapai Rp50.313 per kg, dengan harga tertinggi mencapai Rp65 ribu per kg.

Adapun harga rata-rata telur ayam ras di Pasar Ujung Menteng, Jakarta Timur sebesar Rp31.219 per kg, dengan harga tertinggi mencapai Rp45 ribu per kg. Lalu di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, harga rata-ratanya mencapai Rp31.060 per kg, dengan harga tertinggi Rp45 ribu per kg.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More