Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Transaksi QRIS Antarnegara Capai Rp6,2 T, Pengguna Didominasi Wisman
ilustrasi kasir, pembayaran cashless, QR Code, QRIS (pexels.com/iMin Technology)
  • Transaksi QRIS antarnegara inbound ke Indonesia mencapai 17,8 juta transaksi senilai Rp6,2 triliun hingga 2026, didominasi pembayaran wisatawan mancanegara dari enam negara mitra.
  • Transaksi outbound dari Indonesia tercatat 5 juta transaksi senilai Rp1,85 triliun, sehingga nilai inbound lebih dari tiga kali lipat dan mencerminkan penguatan konektivitas pembayaran lintas negara.
  • QRIS telah digunakan 69,3 juta pengguna dan hampir 46 juta merchant, dengan sekitar 69 persen merchant merupakan UMKM; BI memperluas konektivitas termasuk melalui MoU dengan Hong Kong dan Timor-Leste.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara yang masuk ke Indonesia (inbound) hingga 2026 tercatat sebanyak 17,8 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp6,2 triliun.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan tingginya penggunaan konektivitas pembayaran digital lintas negara, khususnya yang dilakukan wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan China yang melakukan transaksi di Indonesia.

"Kalau kita lihat sekarang net inbound, artinya kita menerima banyak pembayaran dari turis-turis yang datang ke Indonesia. Lebih banyak dibandingkan orang Indonesia yang pergi ke enam negara tadi," kata Fili, dikutip dari ANTARA, Minggu (27/9/2026).

1. Nilai transaksi outbound QRIS antarnegara capai Rp1,85 triliun

ilustrasi pembayaran cashless, QR Code, QRIS, pembayaran digital (pexels.com/iMin Technology)

Sementara itu, nilai transaksi QRIS antarnegara dari Indonesia ke luar negeri atau outbound mencapai 5 juta transaksi. Nilai transaksinya sebesar Rp1,85 triliun.

Dengan demikian, nilai transaksi inbound QRIS antarnegara hingga 2026 lebih dari tiga kali lipat lebih besar dibanding dengan transaksi outbound.

2. Hasil penguatan konektivitas pembayaran lintas negara

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Perkuat Kerja Sama Sistem Pembayaran, Jajaki QRIS Antarnegara. (Dok/Istimewa).

Fili menjelaskan, perkembangan tersebut menjadi salah satu hasil dari penguatan konektivitas pembayaran lintas negara yang dilakukan BI bersama industri dan negara mitra. Adapun QRIS antarnegara hingga saat ini telah memfasilitasi konektivitas pembayaran dengan enam negara.

BI juga terus memperluas jangkauan konektivitas tersebut, antara lain melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Hong Kong dan Timor-Leste.

Menurut Fili, pengembangan QRIS antarnegara tidak hanya mempermudah transaksi masyarakat ketika bepergian ke negara lain, tetapi menjadi bagian dari konektivitas ekonomi antarnegara. Dia menilai konektivitas pembayaran dapat mendukung aktivitas perdagangan dan pariwisata sekaligus membuka akses bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke pasar yang lebih luas.

"Pada akhirnya tujuan kita untuk membangun bukan hanya sekadar koneksi, tapi menciptakan nilai tambah dari koneksi tersebut," ucapnya.

3. QRIS telah jangkau 69,3 juta pengguna

ilustrasi QRIS (magnific.com/magnific)

Fili menyampaikan, QRIS saat ini telah menjangkau 69,3 juta pengguna dan hampir 46 juta merchant. Dari jumlah merchant tersebut, sekitar 69 persen merupakan UMKM.

Karena itu, menurut dia, konektivitas pembayaran antarnegara perlu terus dikembangkan agar tidak berhenti sebagai inovasi sistem pembayaran, tetapi juga memberikan dampak terhadap inklusi keuangan dan inklusi ekonomi.

"Konektivitas pembayaran harus kita lihat sebagai bagian dari economic connectivity dan antarnegara tadi sangat mendukung baik perdagangan, pariwisata dan juga membuka akses bagi UMKM," tuturnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article