Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bertemu dengan sejumlah perusahaan minyak di Gedung Putih pada Jumat (9/1/2026). Pertemuan itu dilakukan guna membahas investasi di Venezuela usai AS menangkap Presiden Nicolas Maduro.
CEO Exxon Darren Woods, CEO ConocoPhilips Ryan Lance, dan Wakil Ketua Chevron Mark Nelson hadir dalam pertemuan tersebut. Selain itu, sejumlah eksekutif dari Haliburton, Valero, dan Marathon juga disebut hadir di sana.
Menurut sumber CNBC, pertemuan itu dijadwalkan oleh Gedung Putih dan bukan kemauan para perusahaan-perusahaan minyak tersebut. Trump bilang, perusahaan minyak bakal berinvestasi setidaknya 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.684,3 triliun untuk membangun kembali sektor energi Venezuela.
"AS akan memberikan keamanan dan perlindungan jadi mereka akan mendapatkan uangnya kembali dan menerima pengembalian investasi yang sangat bagus," kata Trump, dikutip dari CNBC, Minggu (11/1/2026).
Trump mengatakan, pihaknya akan memutuskan perusahaan minyak mana yang akan masuk ke Venezuela. Gedung Putih disebut akan mencapai kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan minyak yang hadir dalam pertemuan dengan Trump pada Jumat atau segera setelahnya.
"Salah satu hal yang akan didapatkan Amerika Serikat dari ini adalah harga energi yang lebih rendah," kata Trump.
