Trump Dorong Raksasa Minyak AS Bangun Kembali Migas Venezuela

- Presiden AS Donald Trump jadikan Venezuela pusat strategi energi baru AS: Presiden Donald Trump memanfaatkan penangkapan Nicolás Maduro untuk meluncurkan strategi energi dengan perusahaan minyak AS sebagai pemain utama di Venezuela.
- Trump pastikan investasi Rp1,6 kuadriliun di sektor minyak Venezuela: Perusahaan-perusahaan energi AS akan menanamkan 100 miliar dolar AS (Rp1,6 kuadriliun) untuk membangun kembali kapasitas dan infrastruktur energi Venezuela.
- Operasi penangkapan Maduro jadi landasan strategi energi baru AS di Venezuela: Rencana ekspansi energi AS di Venezuela terkait dengan operasi militer rahasia yang berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menggelar pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak besar AS di Gedung Putih pada Jumat (9/1/2026) untuk membahas rencana investasi besar-besaran di sektor energi Venezuela. Dalam pertemuan tersebut, Trump mendorong korporasi minyak untuk menanamkan dana hingga 100 miliar dolar AS (Rp1,6 kuadriliun) guna memulihkan industri minyak negara Amerika Selatan itu, yang disebutnya sedang “membusuk”.
Pertemuan ini berlangsung hanya beberapa hari setelah operasi militer AS pada Sabtu (3/1), yang berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dalam serangan malam di Caracas. Operasi tersebut secara signifikan mengubah peta politik dan ekonomi Venezuela.
1. Trump jadikan Venezuela pusat strategi energi baru AS
Presiden Donald Trump memanfaatkan momentum penangkapan Nicolás Maduro untuk meluncurkan strategi energi yang menempatkan perusahaan minyak AS sebagai pemain utama dalam rekonstruksi sektor migas Venezuela. Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menyebut perusahaan-perusahaan AS akan mendapat prioritas untuk membangun kembali infrastruktur energi Venezuela yang disebutnya “membusuk” akibat salah urus selama bertahun-tahun.
“Kami akan membahas bagaimana perusahaan-perusahaan AS yang hebat ini dapat membangun kembali industri minyak Venezuela yang rusak dan membawa jutaan barel produksi minyak untuk menguntungkan AS, rakyat Venezuela, dan seluruh dunia,” kata Trump, dikutip Fox Business.
Trump menegaskan, pemerintahannya akan menentukan perusahaan mana yang diizinkan beroperasi di Venezuela, menandai pengaruh politik dan strategis Washington atas sumber daya minyak negara tersebut. Ia juga mengaitkan proyek ini dengan upaya menurunkan harga energi domestik dan memperluas peran AS dalam pasar energi global. Dalam berbagai kesempatan, Trump menyatakan keyakinannya kolaborasi minyak antara AS dan Venezuela akan menciptakan kekayaan besar bagi kedua negara.
2. Trump pastikan investasi Rp1,6 kuadriliun di sektor minyak Venezuela
Dalam pertemuan dengan eksekutif perusahaan minyak besar, Presiden Donald Trump menyatakan perusahaan-perusahaan energi AS akan menanamkan sedikitnya 100 miliar dolar AS (Rp1,6 kuadriliun) dana mereka sendiri untuk membangun kembali kapasitas dan infrastruktur energi Venezuela. Ia menegaskan investasi ini tidak akan menggunakan dana pemerintah, melainkan sepenuhnya berasal dari sektor swasta, dengan jaminan keamanan fisik dan finansial dari pemerintah AS agar pengembalian modal dan keuntungan tetap terjamin.
“Perusahaan-perusahaan raksasa kami akan menghabiskan setidaknya 100 miliar dolar AS (Rp1,6 kuadriliun) uang mereka sendiri, bukan uang pemerintah, untuk membangun kembali kapasitas dan infrastruktur yang diperlukan,” ujar Trump, dilansir CNBC.
Ia juga menyebut Venezuela telah menyetujui kerja sama agar AS mulai memurnikan dan menjual hingga 50 juta barel minyak mentah Venezuela secara berkelanjutan, dengan hasil penjualan yang dikelola pemerintah AS untuk memastikan manfaatnya bagi rakyat Venezuela dan AS.
Trump mengklaim investasi besar ini akan membawa produksi minyak Venezuela ke tingkat tertinggi sepanjang sejarah. Ia juga menyebut, bila digabungkan, Venezuela dan AS memiliki sekitar 55 persen cadangan minyak dunia. Trump menggambarkan rencana tersebut sebagai peluang menciptakan kekayaan besar.
3. Operasi penangkapan Maduro jadi landasan strategi energi baru AS di Venezuela
Rencana ekspansi energi AS di Venezuela tidak terlepas dari operasi militer rahasia yang dilakukan pada Sabtu (3/1), dan berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro serta istrinya, Cilia Flores di Caracas. Operasi yang diberi sandi “Operation Absolute Resolve” itu mencakup serangan udara terhadap sejumlah infrastruktur di wilayah utara Venezuela dan penyergapan terhadap kediaman Maduro oleh satuan elit Delta Force dengan dukungan intelijen dari CIA.
Dalam pernyataan resminya, Trump mengonfirmasi Maduro dan Flores telah ditangkap dan dibawa keluar dari Venezuela untuk menghadapi proses hukum di AS. Namun, operasi ini juga menuai kontroversi di Washington karena Kongres AS dilaporkan tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya, sehingga memicu perdebatan mengenai legalitas dan kewenangan tindakan militer tersebut.
Di sisi lain, pejabat pemerintahan Trump menegaskan, pengawasan penuh atas penjualan dan pendapatan minyak Venezuela akan diberlakukan tanpa batas waktu untuk memastikan pemerintahan baru di Caracas sejalan dengan kepentingan strategis AS.


















