ilustrasi e-wallet (unsplash.com/CardMapr.nl)
Sumber uang promosi marketplace juga bisa datang dari pihak yang tidak menjual barang secara langsung. Bank, perusahaan kartu kredit, e-wallet, hingga perusahaan logistik dapat bekerja sama dengan marketplace untuk memberikan promo kepada konsumen. Misalnya, pembeli mendapatkan cashback Rp25 ribu setelah membayar menggunakan e-wallet tertentu. Dalam skema seperti ini, biaya cashback bisa saja ditanggung oleh penyedia e-wallet, bukan sepenuhnya oleh marketplace atau penjual.
Tujuannya tentu bukan sekadar membagikan uang. Penyedia pembayaran ingin mendorong lebih banyak orang menggunakan layanan mereka. Bank, misalnya, dapat menawarkan potongan harga agar nasabah lebih sering menggunakan kartu kredit atau metode pembayaran tertentu.
Hal serupa bisa terjadi pada layanan pengiriman. Subsidi ongkir dapat digunakan untuk menarik lebih banyak penjual dan pembeli sekaligus meningkatkan jumlah pengiriman yang menggunakan layanan tersebut. Itulah sebabnya satu transaksi di marketplace bisa mendapatkan beberapa jenis promo sekaligus. Potongan dari penjual, voucher marketplace, cashback bank, dan subsidi ongkir bisa saja berasal dari pihak yang berbeda.
Jadi, sekarang kamu sudah tahu bahwa potongan harga yang terlihat di halaman checkout bisa dibiayai sepenuhnya oleh penjual, marketplace, merek, mitra pembayaran, atau kombinasi beberapa pihak sekaligus. Hal ini juga menjelaskan mengapa syarat dan ketentuan setiap voucher bisa berbeda. Ada voucher yang hanya berlaku untuk produk tertentu, metode pembayaran tertentu, pengguna baru, atau periode kampanye tertentu karena sumber dan tujuan pendanaannya memang berbeda. Semoga, sekarang rasa penasaranmu sudah terjawab, ya!