Comscore Tracker

Rupiah Melemah Lagi, Bank-bank Jual Dolar AS Mendekati Rp17.000

Dalam outlooknya, Menkeu membuat skenario buruk Rp20.000

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah sepanjang Rabu (1/4). Sejak pagi hari, mata uang Garuda sudah merosot ke angka Rp16.390 per dolar AS dan pada penutupan di sore hari, data RTI menunjukkan rupiah berada di angka Rp16.450 per dolar AS.

Pantauan IDN Times, Bank Indonesia sendiri hari ini menetapkan kurs transaksi sebesar Rp16.330 per dolar AS untuk beli, dan Rp16.495 per dolar AS untuk jual. Sedangkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hari ini ditetapkan Rp16.413 per dolar, lebih tinggi dibandingkan pada 31 Maret 2020 sebesar Rp16.367 per dolar AS.

1. Pergerakan dolar AS di 11 bank nasional

Rupiah Melemah Lagi, Bank-bank Jual Dolar AS Mendekati Rp17.000IDN Times / Istimewa

Baca Juga: Sri Mulyani: Skenario Terburuk, Nilai Tukar Bisa Tembus Rp20.000 

Melemahnya rupiah diikuti pergerakan angka kurs jual beli dolar AS (bank notes) di sebelas bank pada hari ini yang kembali mendekati angka Rp17.000 per dolar AS. Detailnya sebagai berikut:

Bank BCA: Rp16.250 (beli) dan Rp16.750 (jual)
Bank Mayapada: Rp16.230 (beli) dan Rp16.840 (jual)
Bank BNI: Rp16.200 (beli) dan Rp16.600 (jual)
Bank Mandiri: Rp15.950 (beli) dan Rp16.650 (jual)
Bank CIMB Niaga: Rp16.200 (beli) dan Rp16.900 (jual)
Bank OCBC NISP: Rp16.300 (beli) dan Rp16.800 (jual)
BRI: Rp16.445 (beli) dan Rp16.775 (jual)
Bank Permata: Rp16.225 (beli) dan Rp16.775 (jual)
Bank Mega: Rp16.160 (beli) dan Rp16.840 (jual)
Bank Danamon: Rp16.288 (beli) dan Rp16.788 (jual)
BTN: Rp15.967 (beli) dan Rp16.617 (jual)

Menguatnya dolar AS seiring dengan menanjaknya indeks mata uang ini sekitar 0,4 persen ke kisaran 99,35 dalam perdagangan sesi Asia hari ini. Greenback menguat terhadap Euro, dolar Australia, Poundsterling, dan sederet mata uang lain. Sementara itu, Yen Jepang stabil di kisaran 107.50 per dolar AS.

Kondisi ini terjadi setelah Federal Reserve mengambil langkah lanjutan untuk menambah likuiditas dolar AS di pasar keuangan pada sesi New York. Pada Selasa malam, The Fed memperluas kemampuan lusinan bank sentral asing untuk mengakses dolar selama krisis terkait wabah virus Corona atau COVID-19.

2. Skenario terburuk akibat virus corona, dolar AS bisa menembus Rp20.000

Rupiah Melemah Lagi, Bank-bank Jual Dolar AS Mendekati Rp17.000Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani (IDN Times/Shemi)

Terkait wabah ini, Menkeu Sri Mulyani pun membuat skenario outlook jika kondisi ini tak berkesudahan. Sri Mulyani memproyeksikan nilai tukar rupiah masih akan melemah akibat virus corona COVID-19.

Dalam skenario terburuk, Sri Mulyani memperkirakan nilai tukar rupiah bisa mencapai Rp17.500 hingga Rp20.000 per dolar AS dalam skenario sangat berat.

Angka ini jauh dari target yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yang sebesar Rp14.400 per dolar AS.

"Kemungkinan terburuknya rupiah bisa mencapai Rp20.000 per dolar AS," katanya melalui video conference, Rabu (1/4).

 

3. BI janji menjaga pasar agar bisa menekan dolar AS

Rupiah Melemah Lagi, Bank-bank Jual Dolar AS Mendekati Rp17.000IDN Times/Hana Adi Perdana

Meski begitu Bank Indonesia berjanji akan terus menjaga pasar. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa proyeksi tersebut hanya sebagai forward looking atau pandangan ke depan supaya tidak terjadi. Sebagai pimpinan tertinggi di Bank Sentral, dia memastikan bakal berusaha semaksimal mungkin menjaga rupiah tetap dalam kondisi yang baik.

"Saya Gubernur BI mengatakan bahwa tingkat rupiah sudah memadai. Kita akan cegah supaya tidak terjadi. BI akan berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," kara Perry dalam video conference, Rabu (1/4).

Perry menambahkan, pihaknya bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala OJK Wimboh Santoso, LPS serta stakeholder lain, akan terus meningkatkan koordinasi guna mencegah dampak yang lebih buruk akibat virus corona.

"Yang kami sampaikan adalah suatu komitmen koordinasi yang erat sebagai langkah antisipatif agar dampak COVID-19 di Indonesia segera bisa diatasi, baik aspek kemanusiaan, dunia usaha, kemudian dari sektor keuangan dan juga stabilitas pasar kita, termasuk nilai tukar rupiah," tutur Perry.

4. Dunia bersatu melawan COVID-19

Rupiah Melemah Lagi, Bank-bank Jual Dolar AS Mendekati Rp17.000Infografis dana COVID-19 (IDN Times/Arief Rahmat)

Dunia, kata Perry, bersinergi melakukan upaya penanganan dan pencegahan terhadap dampak virus corona yang lebih buruk, mulai dari stimulus fiskal, dukungan terhadap sektor kesehatan, hingga injeksi likuiditas untuk sektor perbankan. BI secara spesifik akan terus meningkatkan koordinasi guna menjaga stabilitas dari sisi moneter.

"Bahwa global pandemik ini menimbulkan kepanikan,makanya mereka menarik investasinya dan menyebabkan keketatan dolar. Maka langkah penurunan suku bunga, injeksi likuiditas itu yang dilakukan di berbagai belahan dunia,"  kata dia.

Baca Juga: Chatib Basri: Rupiah Jatuh karena Investor Beralih ke Dolar

Topic:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya