Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Logo Uni Eropa.
potret logo Uni Eropa (pexels.com/Dusan Cvetanovic)

Intinya sih...

  • Presiden Komisi Uni Eropa menyambut baik perjanjian dagang bebas dengan Mercosur.

  • Perjanjian dagang bebas Uni Eropa-Mercosur bakal menghilangkan lebih dari 90 persen tarif ekspor dari kedua belah pihak.

  • Perjanjian dagang bebas Uni Eropa dan Mercosur dilakukan di tengah ancaman tarif Amerika Serikat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Uni Eropa resmi menyepakati perjanjian dagang bebas dengan Mercosur. Kesepakatan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di Ibukota Paraguay, Asuncion, pada Sabtu (17/1/2026) waktu setempat. 

Perjanjian ini disepakati Uni Eropa dan Mercosur setelah 25 tahun bernegosiasi. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan mengurangi hambatan perdagangan dengan mengurangi tarif ekspor dan impor di antara negara Uni Eropa dan negara Mercosur, yakni Brasil, Argentina, Uruguay, dan Paraguay.

Kesepakatan dagang yang ditandatangani Uni Eropa dan Mercosur disebut sebagai perjanjian dagang terbesar di dunia. Sebab, perjanjian ini melibatkan dua benua besar yang cukup berpengaruh di kancah perdagangan internasional.

1. Presiden Komisi Uni Eropa menyambut baik perjanjian dagang bebas dengan Mercosur

potret Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen (commons.wikimedia.org/Dati Bendo)

Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, menyambut baik perjanjian dagang bebas yang dilakukan dengan Mercosur. Ia menilai perjanjian ini menjadi cermin kekuatan kerja sama perdagangan antara Uni Eropa dan Mercosur di tengah perang tarif yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

"Perjanjian ini mengirimkan pesan yang sangat kuat kepada dunia. Ini mencerminkan pilihan yang jelas dan disengaja. Kami memilih perdagangan yang adil daripada tarif. Kami memilih kemitraan jangka panjang yang produktif daripada isolasi," ujarnya, seperti dilansir France24.

“Kita akan bersatu lebih dari sebelumnya. Sebab, kita percaya bahwa ini adalah cara terbaik untuk membuat rakyat dan negara kita sejahtera,” tambahnya.

2. Perjanjian dagang bebas Uni Eropa-Mercosur bakal menghilangkan lebih dari 90 persen tarif ekspor dari kedua belah pihak

ilustrasi perdagangan internasional (pexels.com/Julius Silver)

Imbas perjanjian ini, tarif ekspor yang dilakukan negara Uni Eropa dan Mercosur akan dipangkas lebih dari 90 persen. Ini akan membuat arus perdagangan di antara kedua belah pihak meningkat. 

Selain itu, perjanjian ini juga akan membuat produk ekspor dari Uni Eropa ke Mercosur maupun sebaliknya jadi lebih murah. 

Ekspor Uni Eropa ke Mercosur sebagian besar terdiri dari produk mesin, produk kimia, dan produk transportasi. Sementara itu, ekspor Mercosur ke Uni Eropa didominasi produk-produk pertanian, sumber daya mineral, bubur kayu, dan kertas.

3. Perjanjian dagang bebas Uni Eropa dan Mercosur dilakukan di tengah ancaman tarif Amerika Serikat

ilustrasi tarif dagang Amerika Serikat (pexels.com/Markus Winkler)

Perjanjian dagang bebas yang dilakukan Uni Eropa dan Mercosur ini dilakukan di tengah ancaman tarif dagang besar-besaran dari Amerika Serikat. Sebab, belakangan ini, Presiden Donald Trump makin terang-terangan memberikan tarif tinggi kepada negara-negara di Eropa.

Bahkan, pada Sabtu (17/1/2026), Trump memberlakukan tarif sebesar 25 persen untuk delapan negara Eropa yang menolak AS menguasai Greenland. Mereka adalah Denmark, Norwegia, Jerman, Swedia, Prancis, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan akan mulai memberlakukan tarif 10 persen kepada negara-negara tersebut pada 1 Februari 2026 mendatang. Kemudian, tarif akan dinaikkan menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team