Ribuan Petani Irlandia Protes Kesepakatan Dagang Uni Eropa – Mercosur

- Perjanjian dagang UE – Mercosur disetujui mayoritas negara
- Ribuan petani Irlandia gelar aksi di Athlone tolak pakta dagang UE – Mercosur
- Asosiasi petani Irlandia tingkatkan tekanan ke parlemen Eropa
Jakarta, IDN Times - Ribuan petani di Irlandia turun ke jalan di kota Athlone pada Sabtu (10/1/2026), untuk memprotes kesepakatan perdagangan bebas antara Uni Eropa dan blok Amerika Selatan, Mercosur. Mereka menilai perjanjian tersebut mengancam keberlanjutan usaha tani domestik serta masa depan komunitas pedesaan di Irlandia.
Aksi ini berlangsung sehari setelah negara-negara anggota Uni Eropa memberikan persetujuan awal terhadap kesepakatan dagang yang telah dinegosiasikan selama lebih dari 20 tahun. Meskipun demikian, Irlandia dan Prancis tetap menyatakan penolakan terhadap perjanjian tersebut. Para petani khawatir impor daging sapi dan produk pertanian murah dari Amerika Selatan akan menekan harga lokal dan melemahkan daya saing sektor pertanian Eropa.
1. Perjanjian dagang UE – Mercosur disetujui mayoritas negara
Perjanjian dagang antara Uni Eropa dan blok Amerika Selatan Mercosur, yang mencakup Brasil, Argentina, Paraguay, dan Uruguay, resmi mendapat persetujuan mayoritas negara anggota Uni Eropa pada Jumat (9/1). Kesepakatan ini memungkinkan perluasan akses pasar serta penghapusan sejumlah tarif perdagangan bagi kedua blok ekonomi.
Dalam pemungutan suara yang digelar di Brussel, Irlandia, Prancis, Polandia, Austria, dan Hongaria menolak rancangan kesepakatan, sementara Belgia memilih abstain. Kendati demikian, dukungan dari mayoritas negara lain, termasuk Italia, cukup untuk mencapai ambang persetujuan yang diperlukan. Langkah ini membuka jalan bagi Parlemen Eropa untuk melakukan pemungutan suara final guna menentukan ratifikasi perjanjian tersebut.
Komisi Eropa menilai pakta ini akan menghemat lebih dari 4 miliar euro (Rp78,5 triliun) dalam biaya bea ekspor dan memperkuat posisi Uni Eropa sebagai mitra dagang global yang tepercaya. Namun, sejumlah pemerintah dan organisasi petani tetap menentang perjanjian itu karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan serta potensi ketimpangan persaingan.
2. Ribuan petani Irlandia gelar aksi di Athlone tolak pakta dagang UE – Mercosur
Ribuan petani Irlandia menggelar demonstrasi besar di kota Athlone untuk memprotes kesepakatan perdagangan bebas antara Uni Eropa dan blok Mercosur. Ratusan traktor memenuhi jalan-jalan utama kota sebagai bagian dari pawai nasional menentang pakta tersebut.
Para petani membawa poster bertuliskan “Stop EU-Mercosur” serta spanduk bergambar bendera Uni Eropa dengan tulisan “sell out”, melambangkan rasa kecewa dan pengkhianatan terhadap kebijakan perdagangan yang dinilai merugikan sektor pertanian domestik. Sekitar 20 ribu orang berpartisipasi dalam aksi itu, dengan konvoi traktor menyusuri jalan raya N6 sebelum berkumpul di area kampus Technological University of the Shannon di Athlone.
Kepolisian Irlandia telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi kemacetan lalu lintas akibat demonstrasi tersebut. Seorang petani dari wilayah sekitar Athlone menyebut perjanjian Uni Eropa - Mercosur sebagai ancaman besar bagi masa depan pedesaan.
“Ini adalah aib besar bagi para petani dan orang-orang yang telah membangun Eropa hingga seperti sekarang. Kesepakatan ini akan mematikan seluruh kehidupan pedesaan,” ujarnya, dikutip Al Jazeera.
3. Asosiasi petani Irlandia tingkatkan tekanan ke parlemen Eropa
Organisasi petani terbesar di Irlandia, Irish Farmers’ Association (IFA) menyebut, hasil pemungutan suara tingkat negara anggota Uni Eropa yang mendukung perjanjian dagang Uni Eropa - Mercosur sebagai keputusan yang sangat mengecewakan. IFA berjanji akan meningkatkan tekanan terhadap anggota Parlemen Eropa asal Irlandia agar menolak ratifikasi pakta tersebut.
Presiden IFA, Francie Gorman menegaskan, demonstrasi besar di Athlone merupakan bagian dari kampanye luas menentang kesepakatan itu di seluruh Eropa. Ia menilai peningkatan kuota impor daging dari negara-negara Mercosur akan melemahkan produksi Eropa dan menghancurkan mata pencaharian masyarakat pedesaan.
“Pesan kami kepada para anggota Parlemen Eropa adalah mengikuti sikap pemerintah Irlandia yang menepati komitmen dalam program pemerintahan untuk menolak perjanjian ini,” ujarnya, dikutip Irish Examiner.


















