Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Utang Hampir Tembus Rp10 Ribu Triliun, Menkeu Purbaya: Masih Aman
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam media briefing di kantornya (IDN Times/Pitoko)
  • Utang pemerintah per Maret 2026 mencapai Rp9.920,42 triliun dengan rasio terhadap PDB sebesar 40,75 persen, masih di bawah batas aman 60 persen sesuai aturan keuangan negara.
  • Menteri Keuangan Purbaya menegaskan posisi utang tetap aman dan dikelola hati-hati, dengan mayoritas berasal dari Surat Berharga Negara senilai Rp8.652,89 triliun atau sekitar 87 persen total utang.
  • Presiden Prabowo menekankan Indonesia tidak pernah gagal bayar utang dan selalu menghormati kewajiban yang diwariskan antar pemerintahan meski berbeda pandangan politik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait posisi utang pemerintah yang hampir menyentuh Rp10.000 triliun, tepatnya Rp9.920,42 triliun hingga akhir Maret 2026. Jumlah tersebut naik Rp282,52 triliun dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp9.637,90 triliun.

Meski demikian, Purbaya mengklaim posisi utang pemerintah masih dalam kondisi aman karena rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) masih berada di bawah batas maksimal pada peraturan perundan-undangan, sesuai dengan UU No.1/2003 tentang Keuangan Negara, rasio utang Pemerintah adalah maksimal 60 persen dari PDB. Saat ini, rasio utang pemerintah tercatat sekitar 40,75 persen terhadap PDB.

"Utang pemerintah per Maret naik 2,9 persen dari Desember kalau kita lihat acuan rasio utang ke PDB 60 persen masih jauh, masih aman, masih 40 persen, Singapura 120 persen-an, Malaysia 60 persenan. Kita termasuk paling hati-hati dibanding negara sekeliling kita jadi kalau lihat dari itu," paparnya

"Jadi kalau lihat dari itu, harusnya Anda puji-puji kita. Cuma nggak pernah kan? Kenapa Anda lihat dari sisi negatif terus?" tambah Purbaya.

1. Rincian utang SBN per akhir Maret

Ilustrasi hutang konsumtif (freepik.com/rawpixel.com)

Pemerintah mencatat posisi utang mencapai Rp9.920,42 triliun per 31 Maret 2026. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) atau debt to GDP berada di level 40,75 persen.

Mayoritas utang pemerintah masih didominasi instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8.652,89 triliun atau sekitar 87,22 persen dari total utang. Sementara itu, pinjaman tercatat sebesar Rp1.267,52 triliun.

2. Prabowo tegaskan RI tak pernah gagal bayar utang

Presiden Prabowo Subianto (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia selalu mengelola ekonomi dengan bijak selama bertahun-tahun. Dia menjamin Indonesia tidak pernah sekalipun mengalami gagal bayar terkait kewajiban utang negara. Hal itu disampaikan Prabowo dalam Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2).

"Kami tidak pernah gagal bayar, sekalipun dalam sejarah kami. Kami tidak pernah gagal membayar utang kami," kata Prabowo.

3. Hormati warisan utang pemimpin terdahulu

ilustrasi utang (vecteezy.com/Bigc Studio)

Prabowo menekankan, setiap pemerintahan akan selalu menghormati utang yang ditinggalkan oleh kepemimpinan sebelumnya. Menurutnya, hal itu tetap dilakukan meski antarpemimpin merupakan lawan politik yang keras sekalipun.

"Pemerintahan-pemerintahan berikutnya akan selalu menghormati utang dari pemerintahan sebelumnya, meskipun mereka mungkin merupakan lawan politik yang keras satu sama lain. Tradisi dalam masyarakat kami adalah menghormati kewajiban kami," tegasnya.

Editorial Team