Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait posisi utang pemerintah yang hampir menyentuh Rp10.000 triliun, tepatnya Rp9.920,42 triliun hingga akhir Maret 2026. Jumlah tersebut naik Rp282,52 triliun dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp9.637,90 triliun.
Meski demikian, Purbaya mengklaim posisi utang pemerintah masih dalam kondisi aman karena rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) masih berada di bawah batas maksimal pada peraturan perundan-undangan, sesuai dengan UU No.1/2003 tentang Keuangan Negara, rasio utang Pemerintah adalah maksimal 60 persen dari PDB. Saat ini, rasio utang pemerintah tercatat sekitar 40,75 persen terhadap PDB.
"Utang pemerintah per Maret naik 2,9 persen dari Desember kalau kita lihat acuan rasio utang ke PDB 60 persen masih jauh, masih aman, masih 40 persen, Singapura 120 persen-an, Malaysia 60 persenan. Kita termasuk paling hati-hati dibanding negara sekeliling kita jadi kalau lihat dari itu," paparnya
"Jadi kalau lihat dari itu, harusnya Anda puji-puji kita. Cuma nggak pernah kan? Kenapa Anda lihat dari sisi negatif terus?" tambah Purbaya.
