Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Utang Pemerintah Nyaris Tembus Rp10 Ribu Triliun, Ini Rinciannya

Utang Pemerintah Nyaris Tembus Rp10 Ribu Triliun, Ini Rinciannya
Ilustrasi beban utang. (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • Total utang pemerintah per 31 Maret 2026 mencapai Rp9.920,42 triliun dengan rasio terhadap PDB sebesar 40,75 persen, dan dinilai masih terkendali oleh otoritas fiskal.
  • Sebagian besar utang berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp8.652,89 triliun atau sekitar 87,22 persen dari total portofolio utang nasional.
  • Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tidak pernah gagal bayar dan selalu menghormati kewajiban utang, termasuk warisan dari pemerintahan sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis data terbaru mengenai posisi utang pemerintah. Hingga 31 Maret 2026, total utang Indonesia tercatat berada di angka Rp9.920,42 triliun.

Jumlah tersebut membuat rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di level 40,75 persen. Meski secara nominal terlihat besar, posisi tersebut diklaim masih dalam kendali otoritas fiskal.

"Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik," demikian dikutip dari situs web resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sabtu (9/5/2026).

1. SBN masih jadi tumpuan utama instrumen utang

ilustrasi surat utang negara/obligasi
ilustrasi surat utang negara/obligasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Jika membedah rincian instrumennya, mayoritas utang pemerintah berasal dari Surat Berharga Negara (SBN). Nilainya mencapai Rp8.652,89 triliun.

Sisanya berasal dari pinjaman. Hingga periode akhir Maret 2026 tersebut, total pinjaman pemerintah tercatat Rp1.267,52 triliun.

"Komposisi utang Pemerintah mayoritas berupa instrumen SBN yang mencapai 87,22 persen," tulis DJPPR.

2. Prabowo tegaskan RI tak pernah gagal bayar utang

Utang Pemerintah Nyaris Tembus Rp10 Ribu Triliun, Ini Rinciannya
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia selalu mengelola ekonomi dengan bijak selama bertahun-tahun. Dia menjamin Indonesia tidak pernah sekalipun mengalami gagal bayar terkait kewajiban utang negara.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2).

"Kami tidak pernah gagal bayar, sekalipun dalam sejarah kami. Kami tidak pernah gagal membayar utang kami," kata Prabowo.

3. Hormati warisan utang pemimpin terdahulu

Utang Pemerintah Nyaris Tembus Rp10 Ribu Triliun, Ini Rinciannya
Presiden Prabowo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025. (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Prabowo menekankan, setiap pemerintahan akan selalu menghormati utang yang ditinggalkan oleh kepemimpinan sebelumnya. Menurutnya, hal itu tetap dilakukan meski antarpemimpin merupakan lawan politik yang keras sekalipun.

"Pemerintahan-pemerintahan berikutnya akan selalu menghormati utang dari pemerintahan sebelumnya, meskipun mereka mungkin merupakan lawan politik yang keras satu sama lain. Tradisi dalam masyarakat kami adalah menghormati kewajiban kami," tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More