Penerapan sistem kerja baru ini mendapat respons positif dari pegawai negeri. Hingga akhir April 2026, lebih dari 155 ribu ASN telah mengajukan permohonan bekerja dari jarak jauh. Peserta berasal dari kementerian, lembaga pemerintah, badan hukum, dan perusahaan terkait pemerintah (GLC). Data tersebut dikumpulkan oleh Sekretaris Kepala Negara, Tan Sri Shamsul Azri Abu Bakar, dan dipresentasikan dalam rapat menteri.
Meski banyak pegawai bekerja dari rumah, pemerintah memastikan layanan publik tatap muka tetap beroperasi normal. Kebijakan dari Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim ini menyeimbangkan efisiensi energi dengan pelayanan publik. Pegawai di garis depan tetap bekerja di kantor untuk melayani masyarakat. Sekretaris Kepala Negara memastikan sistem pengawasan kinerja tetap berjalan bagi pegawai yang menjalankan WFH agar produktivitas terjaga.
"Sekretaris Kepala Negara telah melaporkan status terbaru penerapan kerja dari rumah bagi pegawai negeri kepada kabinet," kata Menteri Komunikasi Datuk Fahmi Fadzil, dilansir Free Malaysia Today.
Pegawai yang mengajukan WFH umumnya memiliki tugas yang bisa diselesaikan secara daring, seperti staf administrasi, analis kebijakan, dan manajer proyek. Selain menghemat bahan bakar, kebijakan ini juga menurunkan beban konsumsi listrik dan air di gedung pemerintahan.