Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Yuswan Hendrawan, Sekper Palawi dengan Privilege Bekerja di Alam
Potret Sekretaris Perusahaan PT Perhutani Alam Wisata Risorsis (Palawi), Yuswan Hendrawan saat sedang meninjau kawasan wisata yang dikelola Palawi. (dokumentasi pribadi Yuswan Hendrawan).
  • PT Perhutani Alam Wisata Risorsis mengelola 111 destinasi wisata hutan di Jawa dengan menyeimbangkan nilai ekonomi, kelestarian alam, kenyamanan pengunjung, dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

  • Sekretaris Perusahaan Palawi, Yuswan Hendrawan, membawa pengalaman lebih dari 25 tahun di grup Perhutani untuk menempatkan keberlanjutan sebagai dasar komunikasi korporat.

  • Yuswan menekankan kolaborasi terbuka dengan masyarakat, pemerintah, wisatawan, dan mitra usaha; baginya, bekerja di alam juga memberi ruang tenang untuk menjaga keseimbangan diri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Hampir di berbagai destinasi wisata berbasis hutan di Pulau Jawa, ada peran anak usaha BUMN di baliknya, yaitu PT Perhutani Alam Wisata Risorsis (Palawi).

Melalui 111 lokasi wisata yang dikelola, Palawi berupaya mengoptimalisasi  potensi wilayah tersebut dengan tetap menjaga kelestarian alam, kenyamanan dan keamanan pengunjung, serta kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi wisata yang dikelola.

Untuk mewujudkan itu, sosok seorang Sekretaris Perusahaan memiliki peran besar. Yuswan Hendrawan, Sekretaris Perusahaan Palawi menyatakan, dirinya terus berupaya membangun komunikasi yang menghasilkan pemahaman mengapa menjaga alam harus tetap menjadi tujuan utama.

“Ketika kita berbicara tentang wisata alam, tentu ada aspek komersial yangharus dikembangkan karena destinasi harus memiliki nilai ekonomi dan mampu memberikan manfaat bagi perusahaan maupun masyarakat. Namun, komersialisasi tidak boleh berjalan dengan mengorbankan alam sebagai aset utamanya,” kata Yuswan kepada IDN Times, dikutip Sabtu (10/10/2026).

1. Melihat dari kacamata alam selama lebih dari 25 tahun

Potret Sekretaris Perusahaan PT Perhutani Alam Wisata Risorsis (Palawi), Yuswan Hendrawan saat sedang meninjau kawasan wisata yang dikelola Palawi. (dokumentasi pribadi Yuswan Hendrawan).

Pemahaman itu selalu menjadi pegangan teguh Yuswan, karena pengalamannya berkarier di grup Peru, Perhutani yang sudah lebih dari 25 tahun. Pemahamannya mengenai sektor kehutanan juga dibekali dengan latar belakang pendidikannya, yakni Sarjana Kehutanan Universitas Winaya Mukti pada 1998, dan pendidikan Profesi Insinyur Kehutanan di Universitas Gadjah Mada pada 2026.

Yuswan mengawali karier di Perum Perhutani pada Februari tahun 2000 sebagai Staf Pelaksana TKU KPH Ciamis. Dia menjalani mandat sebagai Staf Pelaksana di Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Perhutani sampai Oktober 2009.

Kemudian, di tahun yang sama, Yuswan dipindahkan tugas ke kantor pusat. Kariernya terus menanjak, dari Staf Pelaksana, Petugas Khusus, Expert Madya, hingga terakhir dipercaya sebagai Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan dan Protokoler Perum Perhutani pada Juli 2024.

Dia kemudian diberikan amanah menjadi Sekretaris Perusahaan Palawi pada Juli 2024. Yuswan mengatakan, berkarier di Perhutani membuat dirinya melihat alam sebagai pemberi pelajaran tentang banyak hal, terutama tentang keseimbangan, kesabaran, dan keberlanjutan.

“Hal tersebut cukup memengaruhi cara saya melihat komunikasi korporat di Palawi Risorsis,” ucap Yuswan.

2. Kolaborasi menjadi kunci sukses

Potret Sekretaris Perusahaan PT Perhutani Alam Wisata Risorsis (Palawi), Yuswan Hendrawan saat sedang meninjau kawasan wisata yang dikelola Palawi. (dokumentasi pribadi Yuswan Hendrawan).

Yuswan mengatakan, segala hal yang berhasil dilakukan merupakan hasil kolaborasi. Semua pihak, seperti masyarakat di sekitar kawasan wisata, wisatawan itu sendiri, pemerintah, sampai mitra usaha, memiliki kepentingan dan perspektif masing-masing.

“Prinsip yang selalu saya pegang adalah saling menghargai, terbuka dalam berkomunikasi, dan mencari titik temu untuk kepentingan yang lebih besar,” tutur Yuswan.

Dia mengatakan, perbedaan sudut pandang dari semua pihak justru membuatnya memahami cara mengelola komunikasi yang terbuka, untuk memastikan tata kelola perusahaan berjalan dengan baik.

“Saya percaya bahwasetiap pemangku kepentingan memiliki kebutuhan dan tujuan yang berbeda. Tugas kita bukan menghilangkan perbedaan tersebut, tetapi bagaimanamengelolanya melalui komunikasi yang terbuka dan tata kelola yang baik,” tutur dia.

3. Merasakan privilege bisa bekerja dengan alam

Potret Sekretaris Perusahaan PT Perhutani Alam Wisata Risorsis (Palawi), Yuswan Hendrawan saat sedang meninjau kawasan wisata yang dikelola Palawi. (dokumentasi pribadi Yuswan Hendrawan).

Yuswan mengaku, bekerja di Palawi adalah suatu kelebihan alias privilege yang dimiliki karena dia bekerja denga alam. Menurutnya, alam memberikannya energi di tengah pekerjaan yang cukup dinamis dan banyak berhadapan dengan rapat, dokumen, koordinasi, serta berbagai kepentingan.

“Aktivitas outdoor bagi saya tidak selalu harus sesuatu yang ekstrem. Kadang cukup berjalan di kawasan hutan, menikmati udara yang lebih segar, melihat pepohonan, atau sekadar berhenti sejenak menikmati suasana alam,” tutur Yuswan.

Dia mengatakan, ketika berada di alam, ada sesuatu yang berbeda yang dirasakan. Ritme tubuh terasa lebih tenang, sehingga membuat dirinya mendapatkan ruang untuk berpikir tanpa terlalu banyak distraksi.

“Dari situ biasanya saya bisa melihat persoalan pekerjaan dengan perspektifyang lebih jernih,” ucap Yuswan.

Pada akhirnya, dia melihat alam bukan hanya sebagai tempat bekerja, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar dan menjaga keseimbangan diri.

“Mungkin itu juga yang membuat saya semakin percaya bahwa ketika kita menjaga alam, sebenarnya alam juga memberikan banyak hal kembali kepada kita,” kata Yuswan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article