Comscore Tracker

Ini 5 Cara Membuat Laporan Keuangan, Penting Banget untuk Perusahaan!

Laporan keuangan dibuat dengan alur dan urutan yang sesuai

Jakarta, IDN Times - Baik untuk perusahaan dalam skala besar maupun dalam skala kecil, laporan keuangan merupakan kewajiban yang harus dibuat pada setiap periode. Menurut pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No 1 Tahun 2015, laporan keuangan adalah penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Jadi, keberadaannya ibarat jantung sebuah perusahaan. 

Setiap pengusaha wajib bisa membaca laporan ini untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan, menilai kinerja perusahaan dalam tahun berjalan, dan nantinya dapat mengambil keputusan yang benar untuk kegiatan operasional perusahaan selanjutnya berdasarkan laporan tersebut. 

Maka dari itu, karyawan yang bertugas membuat laporan keuangan ini, harus bisa membuat laporan keuangan dengan urutan dan alur yang benar. Bagaimana caranya? IDN Times telah merangkum langkah-langkahnya berikut ini.

Baca Juga: Keuangan Membengkak saat Puasa? Coba 5 Tips Keuangan Ini 

1. Mengumpulkan dan mencatat transaksi pada jurnal

Ini 5 Cara Membuat Laporan Keuangan, Penting Banget untuk Perusahaan!Pixabay/Michael Schwarzenberger

Bukti transaksi merupakan hal yang sangat penting, hal yang sangat utama dalam akuntansi sehingga bukti transaksi tidak boleh hilang. Bentuknya pun dapat berupa nota, kuitansi, faktur ataupun jenis bukti lainnya.

Oleh karena bukti transaksi penting adanya, maka harus dikumpulkan dan selanjutnya dilakukan pencatatan transaksi pada jurnal di periode tersebut. Jadi, semua transaksi yang berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan harus dicatat dalam jurnal dengan rinci dan bukti transaksinya dikumpulkan. 

2. Memposting jurnal ke buku besar

Ini 5 Cara Membuat Laporan Keuangan, Penting Banget untuk Perusahaan!Sumber Gambar: simanja.com

Setelah membuat jurnal, langkah selanjutnya adalah memposting jurnal ke dalam buku besar. Buku besar merupakan rincian dari setiap akun-akun yang ada. Cara memposting nya pun tidak sulit, hanya memindahkan transaksi yang sudah di catat dalam jurnal ke akun-akun yang sesuai dengan rinci. 

Nantinya, buku besar akan melakukan perkiraan-perkiraan apakah ada pengaruh antara transaksi keuangan terhadap perubahan sejumlah akun, seperti aktiva, kewajiban (utang), dan ekuitas/modal dari perusahaan.

Baca Juga: Tips Merencanakan Keuangan untuk Kamu yang Mau Nikah Muda

3. Menyusun neraca saldo

Ini 5 Cara Membuat Laporan Keuangan, Penting Banget untuk Perusahaan!foundersgrid.com

Neraca saldo adalah suatu daftar rekening-rekening buku besar dengan saldo debit atau kredit. Dari buku besar, selanjutnya dilakukan penyusunan neraca saldo sehingga daftar rekening pada buku besar dikelompokkan ke dalam kelompok pasiva atau kelompok aktiva. 

Neraca saldo digunakan untuk mengecek keseimbangan debet dan kredit dari seluruh rekening, juga menunjukkan posisi keuangan dari suatu entitas tersebut pada akhir periode tersebut.

4. Mengumpulkan data untuk membuat jurnal penyesuaian

Ini 5 Cara Membuat Laporan Keuangan, Penting Banget untuk Perusahaan!abcsemanggi.com

Jurnal penyesuaian dibutuhkan untuk mencatat beberapa transaksi yang mungkin belum tercatat. Atau ketika transaksi terjadi di akhir saat tahap pembuatan laporan keuangan dan masih ada yang tidak sesuai dengan keadaan di akhir periode.

Data transaksi tersebut dikumpulkan untuk membuat jurnal penyesuaian. Jadi, nilai saldo akhir akan mencerminkan nilai saldo yang sebenarnya.

5. Menyusun neraca lajur dan membuat laporan keuangan

Ini 5 Cara Membuat Laporan Keuangan, Penting Banget untuk Perusahaan!myventurepad.com

Menyusun neraca lajur atau kertas kerja dimulai dari data di neraca saldo dan disesuaikan dengan data yang diperoleh dari jurnal penyesuaian. Sehingga nantinya, saldo yang sudah disesuaikan akan terlihat pada kolom neraca saldo yang telah disesuaikan dan menjadi saldo yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan rugi laba.

Setelah neraca lajur tersusun, laporan keuangan dapat ditulis dengan rapi sesuai ketentuan atau standar laporan keuangan. Hal ini karena dalam neraca lajur sudah dipisahkan jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam neraca atau laporan rugi laba.

Baca Juga: 5 Cara Menghitung Laba Bersih, Penting untuk Pengembangan Bisnis Kamu!

Topic:

  • Anata Siregar
  • Bunga Semesta Int

Berita Terkini Lainnya