Besarnya gaji sering menjadi hal pertama yang diperhatikan ketika membicarakan kondisi finansial seseorang. Semakin tinggi pendapatan bulanan, semakin mudah pula muncul anggapan bahwa kehidupan finansialnya sudah mapan dan jauh dari masalah uang. Padahal, gaji besar belum tentu menggambarkan berapa banyak kekayaan yang benar-benar berhasil dimiliki setelah berbagai kewajiban dan utang diperhitungkan.
Kondisi tersebut membuat kekayaan bersih menjadi salah satu ukuran yang lebih menyeluruh untuk melihat perkembangan finansial dalam jangka panjang. Nilainya memperlihatkan selisih antara seluruh aset yang dimiliki dan kewajiban yang masih harus dibayar sehingga gambaran kondisi keuangan gak berhenti pada besarnya pemasukan. Daripada hanya terpukau angka gaji setiap bulan, yuk pahami alasan kekayaan bersih lebih relevan sebagai tolok ukur kondisi finansial.
