Jakarta, IDN Times – Tren investasi masyarakat mulai mengalami pergeseran di tengah dinamika global yang berdampak pada pasar keuangan Indonesia. Banyak investor kini mulai mencari instrumen investasi yang tak hanya menawarkan potensi keuntungan, tetapi juga memiliki risiko relatif minim dan sesuai prinsip etis seperti syariah.
Minat terhadap investasi syariah pun terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan Laporan Statistik Pasar Modal Syariah yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2025, nilai transaksi investor syariah melonjak hingga 104 persen dengan nilai mencapai Rp11,2 triliun. Sementara kapitalisasi pasar modal syariah kini telah menyentuh Rp8.900 triliun.
Salah satu instrumen investasi syariah yang kini hadir bagi masyarakat adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), termasuk Sukuk Tabungan seri ST016 yang baru dirilis pemerintah.
