Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Arti Bid dan Offer? Ini Penjelasannya di Dunia Investasi

Apa Arti Bid dan Offer? Ini Penjelasannya di Dunia Investasi
Ilustrasi trading (pexels.com/iam hogir)
Intinya Sih
  • Bid adalah harga beli tertinggi dari pembeli, sedangkan offer atau ask adalah harga jual terendah dari penjual; transaksi terjadi saat keduanya bertemu di angka yang sama.
  • Sistem pasar mempertemukan pembeli dan penjual berdasarkan harga bid dan offer; semakin kecil selisihnya, pasar dianggap lebih aktif dan likuid.
  • Memahami bid, offer, dan spread membantu trader membaca kekuatan pasar, menentukan strategi transaksi, serta memilih harga terbaik agar trading lebih efisien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Saat mulai belajar investasi saham atau kripto, kamu pasti akan menemukan istilah bid dan offer. Dua istilah ini sering muncul di aplikasi trading dan menjadi bagian penting dalam proses jual beli aset di pasar keuangan. Sayangnya, masih banyak pemula yang bingung dengan arti serta cara kerja keduanya.

Padahal, memahami arti bid dan offer bisa membantu kamu mengambil keputusan trading dengan lebih tepat. Dengan mengetahui cara membaca antrean harga beli dan jual, kamu juga bisa memahami kondisi pasar secara lebih jelas. Nah, biar gak makin penasaran, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Table of Content

1. Apa arti bid dan offer?

1. Apa arti bid dan offer?

Apa Arti Bid dan Offer? Ini Penjelasannya di Dunia Investasi
Ilustrasi trading (pexels.com/AlphaTradeZone)

Bid adalah harga penawaran beli tertinggi yang bersedia dibayar oleh pembeli. Sementara itu, offer atau sering juga disebut ask adalah harga jual terendah yang diinginkan oleh penjual.

Dalam dunia saham maupun kripto, pembeli dan penjual selalu memasukkan harga yang mereka inginkan. Ketika harga bid dan offer bertemu di angka yang sama, transaksi akan terjadi secara otomatis.

Sebagai contoh, ada pembeli yang ingin membeli saham di harga Rp1.000. Di sisi lain, ada penjual yang bersedia menjual saham tersebut di harga Rp1.000 juga. Karena harganya cocok, maka transaksi berhasil dilakukan. Biasanya, daftar harga bid dan offer bisa kamu lihat langsung di aplikasi trading. Di sana terdapat antrean pembeli dan penjual lengkap dengan jumlah lot atau aset yang diperdagangkan.

2. Bagaimana cara kerja bid dan offer?

Apa Arti Bid dan Offer? Ini Penjelasannya di Dunia Investasi
Ilustrasi saham (pexels.com/StockRadars Co.)

Cara kerja bid dan offer sebenarnya cukup sederhana. Sistem pasar akan mempertemukan pembeli dan penjual berdasarkan harga yang dimasukkan. Jika harga beli yang diajukan pembeli lebih rendah dibanding harga jual penjual, maka transaksi belum terjadi. Sebaliknya, jika salah satu pihak menyesuaikan harga hingga sama, transaksi langsung diproses oleh sistem.

Misalnya seperti ini:

  • Bid: Rp4.950
  • Offer: Rp5.000

Artinya, pembeli tertinggi baru mau membeli di harga Rp4.950, sedangkan penjual termurah ingin melepas aset di Rp5.000. Karena belum cocok, transaksi belum terjadi. Namun saat ada pembeli yang menaikkan harga menjadi Rp5.000 atau penjual menurunkan harga ke Rp4.950, transaksi baru bisa berlangsung. Semakin dekat jarak antara bid dan offer, biasanya menandakan pasar sedang aktif dan likuid. Sebaliknya, jika selisihnya terlalu jauh, artinya minat transaksi masih rendah.

3. Kenapa bid dan offer penting dalam trading?

Apa Arti Bid dan Offer? Ini Penjelasannya di Dunia Investasi
Ilustrasi trading (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Memahami bid dan offer sangat penting karena bisa membantu kamu membaca kekuatan pasar. Dari antrean harga tersebut, trader biasanya dapat melihat apakah tekanan beli atau tekanan jual sedang lebih dominan. Jika antrean bid terlihat lebih tebal dibanding offer, itu bisa menjadi tanda banyak orang ingin membeli aset tersebut. Kondisi ini sering dianggap sebagai sinyal positif karena permintaan sedang tinggi.

Sebaliknya, jika antrean offer jauh lebih besar, pasar bisa saja sedang dipenuhi penjual. Hal ini sering membuat harga aset lebih sulit naik karena tekanan jual terlalu kuat. Selain itu, bid dan offer juga membantu kamu menentukan harga masuk dan keluar saat trading. Kamu jadi bisa memilih harga terbaik agar transaksi berjalan lebih cepat dan efisien. Bagi trader harian, membaca pergerakan bid offer bahkan menjadi salah satu strategi utama untuk mencari momentum keuntungan dalam waktu singkat.

4. Apa perbedaan bid, offer, dan spread?

Apa Arti Bid dan Offer? Ini Penjelasannya di Dunia Investasi
Ilustrasi saham (pexels.com/StockRadars Co.)

Selain bid dan offer, ada satu istilah lain yang sering muncul, yaitu spread. Istilah ini merujuk pada selisih antara harga bid dan harga offer.

Contohnya seperti ini:

  • Bid: Rp9.900
  • Offer: Rp10.000

Berarti spread-nya adalah Rp100.

Semakin kecil spread, biasanya pasar dianggap lebih likuid karena transaksi lebih mudah terjadi. Kondisi ini umum ditemukan pada saham-saham besar atau kripto populer yang volume transaksinya tinggi. Sebaliknya, spread yang terlalu lebar sering ditemukan pada aset yang jarang diperdagangkan. Risiko pergerakan harga biasanya juga lebih tinggi karena jumlah pembeli dan penjual tidak terlalu banyak. Makanya, banyak trader lebih nyaman memilih aset dengan spread kecil. Selain lebih cepat terjual, potensi kerugian akibat selisih harga juga bisa ditekan.

Memahami arti bid dan offer adalah langkah dasar yang wajib kamu kuasai sebelum terjun ke dunia trading saham maupun kripto. Dengan memahami cara kerja keduanya, kamu bisa membaca kondisi pasar dengan lebih baik dan menentukan strategi transaksi yang lebih tepat.

Selain itu, pengetahuan tentang bid, offer, dan spread juga membantu kamu menghindari kesalahan saat membeli atau menjual aset. Jadi, sebelum mulai trading, pastikan kamu sudah paham cara membaca antrean harga agar gak bingung saat melihat pergerakan pasar secara real-time.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More