Pergerakan pasar keuangan tidak selalu dipicu oleh kondisi ekonomi atau berita dari perusahaan. Banyak keputusan jual beli justru dipengaruhi perasaan para pelaku pasar, mulai dari investor ritel, institusi keuangan, fund manager, hingga trader jangka pendek.
Ketika suasana pasar dipenuhi kecemasan, aksi jual sering meningkat, sementara optimisme berlebihan justru mendorong pembelian tanpa pertimbangan matang.
Untuk membaca kondisi tersebut, terdapat indikator bernama Fear and Greed Index. Indeks ini digunakan sebagai gambaran cepat apakah pasar sedang diliputi kepanikan atau justru penuh percaya diri. Dengan memahami cara membacanya, kita dapat melihat pergerakan pasar dari sisi emosionalnya.
