Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

MSCI Effect Guncang Pasar Modal RI, ICSF: Ada Risiko dan Peluang

MSCI Effect Guncang Pasar Modal RI, ICSF: Ada Risiko dan Peluang
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan 442,44 poin atau minus 5,31 persen ke level 7.887,16 pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia pada Senin (2/2/2026). (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Intinya sih...
  • Perlu reformasi regulasi dan penegakan hukum konsisten: Reformasi regulasi dan penegakan hukum menjadi kunci untuk meredam kepanikan dan mengembalikan kepercayaan investor. Digitalisasi dan inovasi di sektor keuangan perlu didorong untuk memperkuat daya saing Indonesia.
  • Dampak laporan MSCI sangat terasa pada volatilitas pasar: Dampak MSCI Effect terasa pada volatilitas pasar, penurunan nilai tukar rupiah, dan melemahnya likuiditas di pasar modal. Krisis membuka ruang refleksi bagi pemerintah dan pelaku industri untuk melakukan evaluasi menyelur
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pendiri dan Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja K menjelaskan, MSCI Effect yang baru-baru ini mengguncang pasar saham Indonesia menjadi sorotan global. Penurunan bobot Indonesia dalam Indeks MSCI, yang selama ini menjadi tolok ukur bagi investor institusional internasional, memicu arus keluar modal yang besar dan merugikan hingga 80 miliar dolar AS.

"Dampaknya terasa signifikan tidak hanya pada fluktuasi harga saham dan penurunan likuiditas, tetapi juga pada persepsi global mengenai kredibilitas dan daya saing pasar keuangan Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).

Peristiwa ini menjadi cermin betapa rentannya ekosistem keuangan nasional terhadap dinamika global. Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia kini adalah membangun resiliensi dan mengelola manajemen krisis dengan lebih efektif agar citra dan reputasi negara segera pulih, bahkan semakin kokoh di mata dunia.

1. Perlu reformasi regulasi dan penegakan hukum konsisten

MSCI Effect Guncang Pasar Modal RI, ICSF: Ada Risiko dan Peluang
Ilustrasi regulasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurut Ardi , resiliensi keuangan bukan sekedar kemampuan bertahan di tengah tekanan, melainkan juga kesiapan untuk beradaptasi dan melakukan transformasi demi memperkuat fondasi pasar. Pemerintah bersama otoritas pasar modal dan pelaku industri keuangan harus segera berbenah dengan memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memastikan perlindungan investor yang memadai.

"Reformasi regulasi dan penegakan hukum yang konsisten menjadi kunci agar Indonesia mampu meredam kepanikan dan mengembalikan kepercayaan investor," ujarnya.

Selain itu, digitalisasi dan inovasi di sektor keuangan harus terus didorong untuk meningkatkan efisiensi, memperluas akses, dan memperkuat daya saing Indonesia di ranah global. Langkah-langkah ini perlu dibarengi dengan edukasi publik yang masif agar masyarakat dan pelaku pasar memahami risiko serta peluang yang ada, sehingga tercipta ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.

2. Dampak laporan MSCI sangat terasa pada volatilitas pasar

MSCI Effect Guncang Pasar Modal RI, ICSF: Ada Risiko dan Peluang
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Dalam jangka pendek, dampak MSCI Effect sangat terasa pada volatilitas pasar, penurunan nilai tukar rupiah, dan melemahnya likuiditas di pasar modal. Banyak perusahaan yang bergantung pada pembiayaan pasar modal menghadapi tantangan baru dalam menjaga kelangsungan operasional dan ekspansi bisnis.

"Investor lokal pun cenderung bersikap hati-hati, menahan diri untuk berinvestasi di tengah ketidakpastian yang tinggi. Namun, krisis ini juga membuka ruang refleksi bagi pemerintah dan pelaku industri untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelemahan struktural yang selama ini terabaikan," ujarnya.

Dengan demikian, perbaikan tata kelola perusahaan, peningkatan transparansi laporan keuangan, serta penguatan infrastruktur teknologi menjadi prioritas yang harus segera diwujudkan agar pasar modal Indonesia tidak hanya menarik secara jangka pendek, tetapi juga mampu menawarkan stabilitas dan kepastian hukum bagi investor jangka panjang.

3. Dampak jangka panjang dari laporan MSCI terhadap kepercayaan investor

MSCI Effect Guncang Pasar Modal RI, ICSF: Ada Risiko dan Peluang
Ilustrasi penguatan IHSG. (IDN Times/Muhammad Surya)

Menurutnya, dampak jangka panjang dari "MSCI Effect" sangat menentukan postur dan profil Indonesia di mata dunia. Negara yang mampu mengelola krisis dengan strategi yang tepat, komunikasi yang terbuka, dan komitmen terhadap reformasi akan semakin dipercaya oleh investor global.

Reputasi sebagai pasar yang resilient dan adaptif akan menjadi modal utama dalam menarik investasi berkualitas, memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, serta meningkatkan daya saing nasional secara keseluruhan.

" Indonesia dapat menegaskan komitmen terhadap prinsip good governance, keberlanjutan, dan perlindungan hak investor sebagai fondasi utama dalam membangun pasar keuangan yang modern dan inklusif. Kerjasama internasional juga perlu diperkuat agar Indonesia dapat mengakses pengetahuan, teknologi, dan jaringan global yang dibutuhkan untuk menavigasi tantangan di masa depan," ungkapnya.

4. Perlu peran dan komitmen multi-stakeholder bangun ekosistem keuangan tangguh

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Ardi mengatakan, dalam proses pemulihan citra dan pembangunan kepercayaan global, peran strategis multi-stakeholder menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem keuangan yang tangguh dan adaptif.

"Pemerintah, regulator, pelaku usaha, investor, akademisi, media, dan masyarakat harus berkolaborasi dalam merumuskan kebijakan yang responsif dan inovatif, Pemerintah dan regulator perlu memas kan kebijakan yang pro-investasi serta perlindungan terhadap investor," ucapnya.

Di samping itu, pelaku usaha dan perusahaan publik harus meningkatkan kualitas tata kelola dan transparansi agar mampu bersaing secara global. Bahkan akademisi dapat berperan dalam memberikan kajian, riset, dan solusi atas tantangan yang dihadapi, sementara media dan masyarakat berperan dalam mengawal keterbukaan informasi dan membangun literasi keuangan yang lebih baik.

Kolaborasi lintas sektor ini akan memperkuat kepercayaan investor internasional, membangun reputasi Indonesia sebagai negara yang mampu mengelola krisis dengan baik, serta mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Penting untuk diingat bahwa keberhasilan pemulihan reputasi dan kepercayaan tidak dapat dilakukan secara parsial atau sektoral, melainkan harus didorong oleh sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah harus membuka ruang dialog dan partisipasi aktif dari sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil dalam proses pengambilan keputusan. Sementara itu, dunia usaha dan investor dapat memberikan masukan yang konstruktif mengenai kebutuhan dan tantangan di lapangan," tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Mitos vs Fakta: Benarkah Introvert Gak Bisa Jadi Leader Sukses di Bisnis?

03 Feb 2026, 01:01 WIBBusiness