3 Hari Pasar Modal RI Bergejolak, Modal Asing Keluar Rp12,75 Triliun

- Modal asing keluar dari pasar modal RI selama 3 hari mencapai Rp12,75 triliun
- Pada Rabu, IHSG longsor 7,35% dan modal asing keluar Rp6,12 triliun
- Pada Jumat, IHSG menguat 1,18% meskipun modal asing keluar Rp1,53 triliun
Jakarta, IDN Times - Total modal asing keluar (capital outflow) atau nilai jual bersih yang dilakukan investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan kemarin (26-30 Januari 2026) tercatat mencapai Rp13,92 triliun.
Data RTI Business menunjukkan, modal asing keluar terbesar pekan lalu terjadi pada Rabu (28/1/2026) sebesar Rp6,12 triliun. Hal tersebut bertepatan dengan ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 7,35 persen. Perdagangan pada waktu itu bahkan sempat trading halt (berhenti sementara) lantaran IHSG longsor hingga 8 persen.
Jatuhnya IHSG kala itu imbas dari pengumuman penyedia indeks global Morgan Stanley International Capital (MSCI) terkait pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia, menyusul kekhawatiran atas isu free float dan aksesibilitas pasar.
1. Modal asing keluar pada 29 Januari 2026

Selang sehari kemudian, tekanan terhadap pasar modal RI mulai berkurang meskipun IHSG masih dalam zona merah. IHSG pada Kamis (29/1/2026) ditutup melemah 1,06 persen ke level 8.232,20.
Investor asing melakukan aksi jual bersih kala itu hingga Rp5,10 triliun. Hal tersebut membuat modal asing yang keluar sebesar Rp11,22 triliun selama dua hari ketika pasar modal RI mengalami gejolak.
2. Modal asing keluar pada akhir pekan

Pada Jumat (30/1/2026), modal asing yang keluar tercatat mencapai Rp1,53 triliun meskipun IHSG sudah berhasil menguat hingga 1,18 persen. Dengan demikian, secara total, modal asing yang keluar selama tiga hari saat pasar modal bergejolak adalah sebesar Rp12,75 triliun.
Namun, pada hari tersebut pasar modal kembali bergejolak lantaran diwarnai mundurnya para pejabat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.
Pada Jumat pagi, Iman Rachman meletakkan jabatannya sebagai Direktur Utama BEI. Kemudian pada Jumat malam, giliran empat pejabat OJK, yakni Mahendra Siregar, Inarno Djajadi, I.B Aditya Jayaantara, dan Mirza Adityaswara yang ramai-ramai mundur dari jabatannya di OJK.
3. Pergerakan IHSG awal pekan ini

IHSG dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (2/2/2026). Dikutip dari RTI Business, IHSG dibuka pada level 8.306,163.
Data menunjukkan, hingga pukul 09.22 WIB, IHSG tercatat sudah berada di level 7.982,633, melemah 346,972 poin atau 4,17 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Sepanjang perdagangan pagi, indeks sempat bergerak terbatas dengan level tertinggi di 8.313,058, sebelum terus tertekan hingga menyentuh level terendah di 7.904,170.
Sebanyak 593 saham tercatat melemah, sementara hanya 64 saham menguat, dan 56 saham bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Volume transaksi saham mencapai 15,245 miliar. Nilai transaksi tercatat Rp8,525 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi mencapai 871.631 kali. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat Rp14.388,337 triliun pada pagi ini.

















