Apakah Pemain Timnas Indonesia Digaji? Ketahui Faktanya

Timnas umumnya menerima uang saku, hadiah, atau bonus dari PSSI dengan nominal bergantung kondisi keuangan federasi.
Bonus juara FIFA ASEAN Cup 2026 dari PSSI belum diumumkan. Laporan The Strait Times menyebut hadiah turnamen mencapai 1 juta dolar AS, tetapi nominal ini belum resmi.
Pendapatan utama pemain berasal dari kontrak klub masing-masing, dengan nilai berbeda-beda.
Take a Deeper Reads

Timnas Indonesia baru saja meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menuntaskan perjuangannya di turnamen antarnegera Asia Tenggara. Pencapaian tersebut kembali membuat perhatian tertuju pada para pemain yang menjadi bagian dari skuad Garuda. Termasuk soal hak dan kompensasi yang mereka terima selama membela tim nasional.
Lantas, apakah pemain Timnas Indonesia digaji? Selain itu, apakah pemain juga mendapatkan honor, bonus, atau kompensasi saat memperkuat Timnas Indonesia? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Table of Content
1. Apakah pemain timnas Indonesia digaji?

Selebrasi para pemain Timnas Indonesia usai juara FIFA ASEAN Cup 2026 (IDN Times / Sandy Firdaus) Hingga kini belum tersedia informasi resmi resmi yang mencantumkan nominal gaji setiap pemain Timnas Indonesia. Namun, berdasarkan regulasi I.League yang mengacu pada standar kontrak PSSI menyebutkan bahwa klub dapat melakukan penyesuaian kontrak berdasarkan kesepakatan dengan pemain. Kontrak tersebut kemudian wajib disampaikan kepada PSSI untuk proses verifikasi. Artinya, setiap pemain memiliki kontrak berbeda dengan klubnya.
Namun, bukan berarti pemain pulang dengan kosong, ya. Selama membela timnas pemain tetap mendapat bayaran berupa hadiah, uang saku, ataupun bonus. Saat menjadi juara kompetisi seperti FIFA ASEAN Cup 2026 tiap pemain bisa saja mendapat bonus yang jumlahnya bervariasi. Federasi, dalam konteks ini PSSI, juga memberikan uang saku ke pemain. Kendati demikian, besaran uang saku dan bonus yang diterima bisa berbeda tergantung kemampuan serta kondisi keuangan PSSI saat itu.
Di luar itu, pemain juga bisa mendapat uang dari kontrak dengan sponsor yang tidak bisa diatur oleh FIFA atau PSSI. Hal tersebut sepenuhnya adalah bagian dari tanggung jawab serta kontrak yang diterima oleh pemain dengan sponsor itu sendiri.
2. Bayaran pemain Timnas Indonesia sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bek Timnas Indonesia, Dean James (IDN Times/Sandy Firdaus) Timnas memang tidak memiliki gaji bulanan, tapi tiap pemain mendapat bayaran yang bentuknya bonus, hadiah, atau uang saku. Kendati demikian, terkait ajang FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI maupun Erick Tohir belum memberikan informasi resmi terkait bonus dan hadiah oleh skuad Garuda.
Menurut laporan The Strait Times, tim yang menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 akan mendapat hadiah 1 juta dolar Amerika atau setara dengan Rp17,8 miliar. Mengingat dilaksanakan oleh FIFA, hadiah tersebut diberikan oleh FIFA kepada Timnas Indonesia yang keluar sebagai juara. Angka tersebut tiga kali lebih besar dari hadiah juara ASEAN Cup 2024 yang nominalnya 300,000 dolar Amerika atau sekitar Rp5,3 miliar dengan Vietnam sebagai juara. Meski begitu, perlu digarisbawahi bahwa jumlah hadiah FIFA ASEAN Cup 2026 tersebut belum resmi, ya.
Selain dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026, pemerintah juga memberikan bonus lain kepada timnas. Contohnya, saat Timnas U-22 menjuarai Piala AFF U-22 pada 2019. Kala itu, Kemenpora memberikan bonus sebesar Rp2,1 miliar. Bonus tersebut dibagikan ke berbagai pihak yang berkontribusi mulai dari pemain, pelatih, asisten pelatih, hingga ofisial.
3. Pemain mendapat gaji dari klub

Timnas Indonesia lawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus) Meski tidak digaji oleh timnas dan PSSI, tapi pemain tetap mendapat bayaran dari klub yang mereka bela pada liga. Tentunya, tiap pemain akan mendapat bayaran berbeda tergantung kontrak dengan klub.
Dilansir Salary Sport, Ole Romeny yang berposisi sebagai pemain depan pernah bermain untuk klub Oxford United mendapatkan gaji sekitar 457,6 ribu pound sterling atau setara Rp10 miliar per tahun. Ada juga Calvin Verdonk yang bermain di klub Lille Losc mendapat gaji sebesar 1,6 juta euro yang setara Rp32,2 miliar per tahun menurut laporan Salary Leaks.
Berdasarkan data dari laman Invensting, pemain klub lokal seperti Rizky Ridho juga punya bayaran fantastis. Di Persija Jakarta, ia mendapat gaji dengan angka Rp7,39 miliar per musim. Sementara itu, Egy Maulana Vikri yang menjadi gelandang timnas Dewa United mendapatkan bayaran mencapai Rp4 miliar per musim.
Apakah pemain Timnas Indonesia digaji? Jawabannya tidak serta-merta demikian, tetapi mereka mendapat bayaran dari sumber lain seperti bonus dan uang saku. Di luar itu, mereka juga mendapatkan upah dari klub yang dibelanya. Bagaimana menurutmu?






















