Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bagaimana Harga Saham Ditentukan saat IPO? Ini Penjelasannya!
ilustrasi IPO (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Harga IPO ditentukan perusahaan dan penjamin emisi berdasarkan kondisi keuangan, valuasi, prospek bisnis, serta perbandingan dengan perusahaan sejenis.

  • Sebelum harga final, ditetapkan kisaran penawaran yang mempertimbangkan jumlah saham, kebutuhan dana, struktur transaksi, dan kondisi pasar.

  • Bookbuilding mengukur minat investor pada rentang harga tertentu; setelah itu harga final ditetapkan, sementara harga saham pascapencatatan bergerak mengikuti pasar sekunder.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat sebuah perusahaan memutuskan melantai di bursa melalui Initial Public Offering (IPO), salah satu hal yang paling banyak diperhatikan investor adalah harga saham yang ditawarkan. Harga tersebut menjadi dasar bagi investor untuk menentukan berapa dana yang harus disiapkan jika ingin membeli saham perusahaan. Namun, harga saham saat IPO sebenarnya tidak muncul begitu saja.

Ada proses dan berbagai pertimbangan yang digunakan sebelum harga penawaran ditetapkan. Perusahaan bersama pihak penjamin emisi perlu melihat kondisi bisnis, prospek perusahaan, hingga minat calon investor terhadap saham yang ditawarkan. Lalu, bagaimana sebenarnya harga saham ditentukan saat IPO?

1. Melihat kondisi dan valuasi perusahaan

ilustrasi saham (pexels.com/Leeloo The First)

Salah satu dasar dalam menentukan harga saham IPO adalah kondisi keuangan dan valuasi perusahaan. Perusahaan bersama penjamin emisi akan melihat berbagai indikator seperti pendapatan, laba, aset, utang, arus kas, serta prospek pertumbuhan bisnis. Informasi tersebut membantu memberikan gambaran mengenai nilai perusahaan sebelum sahamnya ditawarkan kepada publik.

Valuasi juga dapat dibandingkan dengan perusahaan lain yang memiliki sektor atau karakter bisnis serupa. Perbandingan tersebut dapat membantu menentukan kisaran harga yang dianggap sesuai dengan kondisi perusahaan dan pasar. Dengan begitu, harga penawaran tidak hanya ditentukan berdasarkan keinginan perusahaan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi bisnis secara keseluruhan.

2. Menentukan kisaran harga penawaran

ilustrasi orang mengamati pasar saham (unsplash.com/Jason Briscoe)

Sebelum harga final ditetapkan, perusahaan biasanya menentukan rentang atau kisaran harga saham yang akan ditawarkan. Kisaran tersebut memberikan gambaran kepada calon investor mengenai harga yang mungkin harus dibayarkan ketika saham mulai ditawarkan dalam proses IPO.

Penentuan kisaran harga juga mempertimbangkan jumlah saham yang akan dilepas kepada publik dan kebutuhan dana perusahaan. Semakin banyak saham yang ditawarkan, semakin besar pula dana yang berpotensi dihimpun jika seluruh saham terserap pasar. Namun, jumlah saham dan harga tetap perlu disusun berdasarkan struktur transaksi serta kondisi pasar pada saat IPO.

3. Melakukan bookbuilding

ilustrasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

Dalam proses IPO, terdapat tahap bookbuilding yang digunakan untuk melihat minat calon investor terhadap saham yang ditawarkan. Investor dapat menyampaikan indikasi jumlah saham yang ingin dibeli beserta harga yang diminati dalam rentang yang telah ditentukan. Data tersebut kemudian menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan harga penawaran final.

Tahap ini penting karena perusahaan dan penjamin emisi dapat melihat tingkat permintaan dari calon investor. Jika permintaan pada rentang harga tertentu tinggi, informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam penetapan harga akhir. Sebaliknya, minat yang lebih rendah dapat menjadi sinyal untuk mengevaluasi kembali harga atau struktur penawaran.

4. Mempertimbangkan kondisi pasar

ilustrasi grafik saham (pexels.com/energepic.com)

Kondisi pasar saham juga dapat memengaruhi proses penentuan harga IPO. Situasi pasar, sentimen investor, kondisi sektor industri, hingga perkembangan ekonomi dapat memengaruhi tingkat minat terhadap saham baru. Karena itu, harga yang dianggap sesuai ketika kondisi pasar sedang positif belum tentu memiliki daya tarik yang sama ketika pasar sedang bergejolak.

Penjamin emisi juga perlu mempertimbangkan karakter investor yang menjadi target penawaran. Tujuannya bukan sekadar mendapatkan dana sebanyak mungkin, tetapi juga menyusun penawaran yang memiliki peluang terserap oleh pasar. Faktor tersebut membuat penentuan harga IPO menjadi proses yang melibatkan berbagai pertimbangan.

5. Menetapkan harga penawaran final

ilustrasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

Setelah proses bookbuilding dan berbagai pertimbangan lainnya selesai, perusahaan bersama penjamin emisi menentukan harga penawaran final. Harga inilah yang kemudian menjadi harga yang digunakan dalam penawaran umum saham kepada investor sesuai mekanisme IPO yang berlaku.

Harga IPO juga tidak berarti menjadi harga saham untuk selamanya. Setelah saham tercatat dan mulai diperdagangkan di bursa, harga dapat bergerak naik atau turun mengikuti permintaan dan penawaran di pasar sekunder. Karena itu, harga saat IPO perlu dibedakan dari harga saham setelah resmi diperdagangkan di bursa.

Harga saham saat IPO pada dasarnya ditentukan melalui proses yang mempertimbangkan kondisi perusahaan, valuasi, jumlah saham yang ditawarkan, minat investor, dan kondisi pasar. Proses bookbuilding membantu perusahaan serta penjamin emisi mendapatkan gambaran mengenai permintaan calon investor sebelum harga final ditetapkan. Dengan demikian, harga IPO merupakan hasil dari berbagai pertimbangan, bukan sekadar angka yang ditentukan secara acak.

Bagi investor, memahami proses tersebut penting agar tidak hanya melihat harga IPO dari nominal per lembarnya. Investor juga perlu melihat kinerja perusahaan, prospek bisnis, valuasi, serta risiko yang melekat pada saham tersebut. Dengan memahami bagaimana harga ditentukan, investor dapat memiliki gambaran yang lebih utuh sebelum mengambil keputusan investasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article