ilustrasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)
Setelah proses bookbuilding dan berbagai pertimbangan lainnya selesai, perusahaan bersama penjamin emisi menentukan harga penawaran final. Harga inilah yang kemudian menjadi harga yang digunakan dalam penawaran umum saham kepada investor sesuai mekanisme IPO yang berlaku.
Harga IPO juga tidak berarti menjadi harga saham untuk selamanya. Setelah saham tercatat dan mulai diperdagangkan di bursa, harga dapat bergerak naik atau turun mengikuti permintaan dan penawaran di pasar sekunder. Karena itu, harga saat IPO perlu dibedakan dari harga saham setelah resmi diperdagangkan di bursa.
Harga saham saat IPO pada dasarnya ditentukan melalui proses yang mempertimbangkan kondisi perusahaan, valuasi, jumlah saham yang ditawarkan, minat investor, dan kondisi pasar. Proses bookbuilding membantu perusahaan serta penjamin emisi mendapatkan gambaran mengenai permintaan calon investor sebelum harga final ditetapkan. Dengan demikian, harga IPO merupakan hasil dari berbagai pertimbangan, bukan sekadar angka yang ditentukan secara acak.
Bagi investor, memahami proses tersebut penting agar tidak hanya melihat harga IPO dari nominal per lembarnya. Investor juga perlu melihat kinerja perusahaan, prospek bisnis, valuasi, serta risiko yang melekat pada saham tersebut. Dengan memahami bagaimana harga ditentukan, investor dapat memiliki gambaran yang lebih utuh sebelum mengambil keputusan investasi.