bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel lewat SBR015. (dok. bank bjb)
SBR015 menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi sekaligus memperoleh potensi pendapatan berkala melalui kupon. Instrumen ini juga memberikan kesempatan bagi investor ritel untuk turut berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan nasional melalui instrumen yang diterbitkan pemerintah.
Kehadiran SBR015 menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang relatif mudah dijangkau. Melalui SBN ritel, masyarakat dapat berinvestasi dengan nominal yang disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing.
bank bjb turut mendukung akses masyarakat terhadap SBN ritel dengan menyediakan kemudahan transaksi melalui kanal digital bank bjb. Kehadiran layanan digital tersebut diharapkan dapat membuat proses investasi menjadi lebih praktis dan dapat diakses oleh masyarakat secara lebih luas.
SBR015 yang diterbitkan kali ini memiliki dua pilihan tenor yaitu SBR015T2 dengan tenor 2 (dua) tahun dan SBR015T4 dengan tenor 4 (empat) tahun. SBR015T2 menawarkan kupon awal sebesar 6,75 persen per tahun, sedangkan SBR015T4 menawarkan kupon awal sebesar 6,85 persen per tahun.
Kedua seri tersebut menggunakan skema kupon floating with floor. Artinya, tingkat kupon dapat disesuaikan mengikuti perubahan BI Rate, dengan tingkat kupon minimum (floor) yang telah ditetapkan. Dengan skema ini, investor tetap berpotensi memperoleh penyesuaian kupon ketika suku bunga acuan meningkat, sementara penurunan suku bunga tidak akan membuat kupon turun di bawah tingkat floor yang berlaku.
Besaran kupon awal SBR015 ditetapkan berdasarkan BI Rate ditambah spread, dimana kupon awal SBR015T2 sebesar 6,75 persen per tahun, ditetapkan berdasarkan BI Rate + 100bps, sementara kupon SBR015T4 sebesar 6,85 persen per tahun, ditetapkan berdasarkan BI Rate + 110bps.
Karakteristik floating with floor memberikan salah satu aspek yang perlu diperhatikan masyarakat dalam memilih SBN ritel. Dengan karakteristik tersebut, SBR015 dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan investor dalam menghadapi dinamika dan fluktuasi pasar keuangan. Keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, profil risiko, serta kemampuan finansial masing-masing investor.