bank bjb Masuk Top 50 Emiten MidCap di IICD CG Award 2026

bank bjb masuk Top 50 Emiten MidCap pada IICD Corporate Governance Award 2026, berdasarkan penilaian independen atas praktik tata kelola perusahaan publik.
Penghargaan diserahkan di Bursa Efek Indonesia pada 12 Oktober 2026 dan menjadi dorongan bagi bank bjb memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta kehati-hatian bisnis.
bank bjb menempatkan GCG dalam strategi bisnis, mencakup pengelolaan risiko, kepatuhan, keamanan layanan, pengembangan SDM, dan peningkatan kepuasan nasabah.
Jakarta, IDN Times – bank bjb masuk dalam jajaran Top 50 Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Menengah (MidCap Public Listed Companies) dalam ajang The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026. Pengakuan ini diberikan oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) berdasarkan penilaian terhadap praktik tata kelola perusahaan.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara bertema “Strengthening Market Confidence through Governance Excellence” yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Senin (12/10/2026).
Bagi bank bjb, pengakuan ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG).
1. bank bjb masuk jajaran Top 50 Emiten MidCap

IDN Times/bank bjb Pengakuan dari IICD diberikan berdasarkan hasil penilaian independen terhadap perusahaan publik di Indonesia. Penilaian tersebut menjadi bagian dari upaya mengapresiasi perusahaan yang dinilai menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik.
Direktur Utama bank bjb, Ayi Subarna, mengatakan penghargaan tersebut mendorong perusahaan untuk menjaga kualitas tata kelola dan memastikan proses bisnis berjalan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta akuntabilitas.
“Bagi kami, tata kelola perusahaan yang baik bukan hanya mengenai kepatuhan terhadap regulasi, tetapi merupakan fondasi dalam membangun kepercayaan. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi bank bjb untuk menjaga keberlanjutan kinerja dan memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholders,” ujar Ayi.
2. Tata kelola menjadi fondasi pengelolaan bisnis

Gedung bank bjb. (dok. bank bjb) bank bjb menempatkan GCG sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan. Penerapannya mencakup lima prinsip, yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.
Prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan dalam pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pengembangan bisnis diharapkan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian dan keberlanjutan perusahaan.
Menurut Ayi, dinamika industri perbankan menuntut perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pengelolaan risiko, kepatuhan, dan kualitas pelayanan.
3. bank bjb dorong peningkatan kualitas layanan nasabah

Ilustrasi bank bjb (bankbjb.co.id) Selain memperkuat tata kelola di tingkat korporasi, bank bjb juga menyoroti pentingnya kualitas pengalaman dan kepuasan nasabah. Kepercayaan nasabah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan bisnis perbankan.
“Kepercayaan nasabah adalah aset yang sangat penting bagi bank. Karena itu, kami terus berupaya memastikan bahwa transformasi dan pengembangan layanan tetap berlandaskan pada tata kelola, keamanan, kualitas layanan, serta kebutuhan nasabah,” ujar Ayi.
Ke depan, bank bjb menyatakan akan terus meningkatkan implementasi GCG melalui penguatan proses bisnis, manajemen risiko, kepatuhan, transparansi, dan pengembangan sumber daya manusia. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga pertumbuhan perusahaan sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat. (WEB)




















