Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

bank bjb Perluas Akses Kredit Perumahan bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

5 min read
bank bjb Perluas Akses Kredit Perumahan bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha
Dukung Program Pemerintah, bank bjb Perluas Akses Kredit Perumahan bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha (dok. bank bjb)
  • bank bjb menggelar sosialisasi di Subang untuk memperluas pemahaman masyarakat dan pelaku usaha tentang pembiayaan perumahan, rumah subsidi, serta kredit produktif bersubsidi.

  • Hingga 4 Oktober 2026, portofolio bjb KPR Sejahtera FLPP mencapai 41.383 debitur senilai Rp4,935 triliun; Januari–Oktober 2026, pencairan FLPP mencapai Rp404,98 miliar.

  • Bank bjb menyalurkan BSPS dan Program Bedah Rumah kepada lebih dari 25 ribu penerima, serta menyediakan KPP Supply bagi pelaku rantai perumahan dan KPP Demand untuk UMKM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - bank bjb terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan dan Rumah Subsidi yang berlangsung di Aula Oman Syahroni, Perkantoran Pemda Kabupaten Subang, Jalan Dewi Sartika No. 2, Soklat, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang.

  1. 1. Menegaskan posisi bank bjb sebagai mitra strategis pemerintah

    bank bjb, bjb
    Ilustrasi layanan Bank BJB. (dok. BJB)

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bank bjb untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai fasilitas pembiayaan perumahan dan kredit produktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun pelaku usaha. Sosialisasi juga menegaskan posisi bank bjb sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan yang berkelanjutan bagi pelaku usaha di sektor produktif.

    Sosialisasi juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat program pembiayaan produktif bersubsidi. Salah satu instrumen yang diperkenalkan adalah Kredit Program Perumahan (KPP) yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi kerakyatan, termasuk bagi masyarakat yang menjalankan usaha berbasis tempat tinggal.

    Turut hadir, antara lain Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Sid Herdi Kusuma, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Mulya Permana, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa II, Joko Suranto, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Realestat Indonesia (DPP REI). Hadir pula Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, dan Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, Bupati Subang, yang turut memberikan perspektif dan dukungan terhadap penguatan program perumahan serta pembiayaan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Dari jajaran bank bjb, kegiatan dihadiri Budiatmo Sudradjat, Pemimpin Divisi Kredit UMKM; M. Aditya Wiradharma, Pemimpin Divisi KPR; Maman Rukmana, Pemimpin Divisi Dana Jasa & Konsumer; M. Fajar Firdaus, CEO Regional I bank bjb; serta Asep Wahyu Irawan, CEO Regional III bank bjb.

  2. 2. bank bjb turut mendukung kelancaran penyaluran Program Bedah Rumah

    ilustrasi properti, KPR, jual beli rumah
    ilustrasi properti, KPR, jual beli rumah (magnific.com/rawpixel.com)

    Berdasarkan data portofolio bjb KPR Sejahtera FLPP, sampai dengan 4 Oktober 2026, bank bjb mencatat total portofolio sebanyak 41.383 debitur (NoA) dengan outstanding sebesar Rp4,935 triliun.  Sementara itu, sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026, bank bjb telah merealisasikan pencairan FLPP sebanyak 2.492 debitur, dengan total plafon pencairan sebesar Rp404,98 miliar dan outstanding pencairan sebesar Rp399,40 miliar.

    Selain FLPP, bank bjb juga menjadi mitra pemerintah dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Khusus di Kabupaten Subang, program ini mencakup 1.327 penerima bantuan, dan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman. Kehadiran program hingga ke tingkat desa menunjukkan komitmen bersama untuk memberikan manfaat yang nyata dan tepat sasaran. Selain itu Program Bedah Rumah juga membantu menggerakkan ekonomi masyarakat dengan memberdayakan Toko Bangunan dan tukang bangunan setempat sebagai supplier bahan bangunan dan pekerja bangunan dalam penyelesaian proses renovasi rumah tersebut.

    bank bjb turut mendukung kelancaran penyaluran Program Bedah Rumah melalui dukungan sistem dan layanan yang dirancang untuk memudahkan para Penerima Bantuan dalam mengakses layanan perbankan dan bertransaksi secara mudah dan nyaman. Dimana mekanisme tersebut dimulai dari proses validasi data penerima bantuan, pembukaan rekening secara terpusat, pemantauan status transaksi, hingga monitoring penyaluran dana secara terintegrasi.

    Sampai dengan bulan September 2026 bank bjb telah turut menyalurkan Program Bedah Rumah ke lebih dari 25 ribu penerima Bantuan dan melalui kolaborasi pemerintah, perbankan serta seluruh pihak terkait, Program Bedah Rumah Tahun 2026 diharapkan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat serta menghadirkan hunian yang lebih layak sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.

  3. 3. bank bjb juga terus memperkuat perannya sebagai penyalur KPP

    Ilustrasi rumah KPR
    Ilustrasi rumah KPR (pexels.com/NEOSiAM 18+)

    Dukungan terhadap BSPS memperlihatkan bahwa peran bank bjb dalam ekosistem perumahan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan kepemilikan rumah, tetapi juga mendukung upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat. Dengan demikian, program perumahan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat.

    Sementara itu, bank bjb juga terus memperkuat perannya sebagai salah satu bank penyalur Kredit Program Perumahan (KPP) sejak 2025. KPP yang disalurkan bank bjb terbagi menjadi dua layanan, yakni KPP Supply dan KPP Demand.

    KPP Supply diarahkan kepada pelaku usaha yang berada dalam rantai penyediaan perumahan, meliputi developer atau pengembang perumahan, jasa konstruksi, serta toko material atau bangunan. Skema tersebut memberikan dukungan pembiayaan bagi sektor usaha yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan ekosistem perumahan.

    Sedangkan, KPP Demand menyasar masyarakat pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk membeli, membangun, atau memperbaiki rumah tinggal yang juga berfungsi sebagai tempat usaha. Skema ini sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan tempat tinggal sebagai bagian dari aktivitas usahanya.

  4. 4. bank bjb berupaya menghadirkan akses pembiayaan yang semakin relevan

    WhatsApp Image 2026-10-07 at 13.08.31.jpeg
    Dukung Program Pemerintah, bank bjb Perluas Akses Kredit Perumahan bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha (dok. bank bjb)

    Melalui berbagai skema tersebut, bank bjb berupaya menghadirkan akses pembiayaan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Integrasi antara pembiayaan perumahan dan sektor produktif diharapkan dapat menciptakan manfaat yang lebih luas, karena rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi keluarga.

    Dengan dukungan jaringan kantor cabang yang luas, bank bjb akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang memberikan nilai tambah. Melalui semangat “Memberikan Kemudahan, Memperluas Akses, Mendorong Pertumbuhan”, bank bjb berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan perumahan dan penguatan ekonomi masyarakat di Jawa Barat.

    Informasi lebih lanjut mengenai bank bjb dapat diperoleh melalui website resmi bank bjb www.bankbjb.co.id, kanal media sosial resmi bank bjb, serta layanan bjb Call 14049.

    bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More