Ilustrasi bitcoin (freepik.com)
Dalam situasi seperti ini, strategi dollar-cost averaging (DCA) terbukti sangat efektif. Dengan harga Bitcoin yang turun dari rekor tertinggi ke kisaran 88 ribu dolar AS, banyak investor bingung harus bertahan atau keluar dari pasar.
Dollar-cost averaging adalah strategi menyetor jumlah investasi tetap secara berkala tanpa peduli kondisi pasar. Cara ini membantu investor menghindari pembelian di puncak harga sekaligus membangun posisi secara konsisten.
Dua keuntungan terbesar dari DCA:
Jika kamu rutin membeli Bitcoin saat harganya turun, maka harga rata-rata pembelianmu akan ikut turun.
Ketika harga jatuh, jumlah Bitcoin yang kamu dapatkan meningkat. Saat harga naik, kamu tetap membeli, meski jumlah yang didapat lebih sedikit. Hasil akhirnya, kamu mengumpulkan lebih banyak unit kripto saat pasar menawarkan "diskon".
Pada akhirnya, fluktuasi tajam pada harga Bitcoin bukan hanya ujian mental bagi investor, tetapi juga peluang strategis bagi mereka yang mampu melihat gambaran jangka panjang. Dengan pendekatan yang disiplin, perencanaan yang matang, dan pemahaman mendalam tentang volatilitas pasar, investor dapat mengubah gejolak harga menjadi momentum untuk memperkuat portofolio.
Di dunia kripto yang serba cepat dan tak terduga, mereka yang bijak bukanlah yang menebak puncak atau dasar harga, melainkan yang konsisten membangun posisi dan tetap tenang menghadapi setiap perubahan pasar.