ilustrasi tabungan (unsplash/towfiqu barbhuiya)
Di dunia keuangan ini, generasi muda Indonesia tidak hanya memercayai merek-merek besar dalam menyimpan aset mereka. Angka-angka yang tertera dalam laporan ini mencerminkan niat dalam tindakan.
"Bagi generasi ini, laba atas investasi tidak hanya diukur dari keuntungan, tapi dari tujuan. Setiap keputusan keuangan menrupakan cerminan dari identitas, nilai dan visi jangka panjang mereka. Tak hanya mengelola uang, mereka menggunakannya untuk mengekspresikan diri dan apa yang mereka perjuangkan," ucap Astri Yunfia, Group Head Digital Banking Retail, Bank Syariah Indonesia (BSI).
Ini bukan sekadar tren, melainkan tolok ukur baru. Merek keuangan yang tidak selaras dengan nilai-nilai akan kesulitan untuk tetap relevan. Karena bagi anak muda Indonesia, apa yang diperjuangkan suatu hal sama pentingnya dengan apa yang ditawarkannya.
IDN menggelar Indonesia Summit 2025, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "Theme: Thriving Beyond Turbulence Celebrating Indonesia's 80 years of purpose, progress, and possibility". IS 2025 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2025 diadakan pada 27 - 28 Agustus 2025 di Tribrata Dharmawansa, Jakarta. Dalam IS 2025, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2026.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei dilakukan pada Februari sampai April 2025 dengan studi metode campuran yang melibatkan 1.500 responden, dibagi rata antara Milenial dan Gen Z.
Survei ini menjangkau responden di 12 kota besar di Indonesia, antara lain Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar.