ilustrasi uang kertas (Pexels.com/Ahsanjaya)
Uang pada dasarnya menjadi alat perantara dalam transaksi. Alih-alih menukar beras dengan ikan secara langsung, petani bisa menjual beras dan mendapatkan uang. Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli ikan dari nelayan. Dengan begitu, petani tidak perlu mencari nelayan yang kebetulan membutuhkan beras.
IMF menjelaskan bahwa uang memiliki beberapa fungsi utama, antara lain sebagai alat tukar (medium of exchange), satuan hitung (unit of account), dan penyimpan nilai (store of value). Perubahan ini terdengar sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Uang memungkinkan harga berbagai barang dibandingkan menggunakan satu ukuran yang sama. Misalnya, seseorang dapat mengatakan bahwa satu kilogram beras seharga Rp15 ribu dan sebuah buku seharga Rp50 ribu. Harga tersebut membuat orang lebih mudah menentukan apakah suatu barang layak dibeli atau ditukar.
Uang hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari komoditas hingga koin dan bentuk uang elektronik. Fungsi utamanya tetap berkaitan dengan alat tukar, penyimpan nilai, dan satuan hitung. Dengan adanya uang, perdagangan juga tidak lagi harus terjadi secara langsung antara dua orang yang memiliki kebutuhan yang saling cocok. Pasar pun bisa berkembang lebih luas.