Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sejarah Uang Logam, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Sejarah Uang Logam, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Ilustrasi uang koin yang disusun rapi. (pixabay.com/nattanan23)
  • Uang logam pertama kali digunakan oleh bangsa Lydia sekitar 700 SM, diikuti peradaban Yunani dan Dinasti Qin di China dengan bahan dasar emas, perak, hingga tembaga.

  • Kelebihan uang logam meliputi daya tahan tinggi, sulit dipalsukan, cocok untuk transaksi kecil, serta mudah dikenali karena bobot dan bunyinya.

  • Kekurangan uang logam terletak pada bobotnya yang berat, kurang praktis dibawa, serta biaya produksinya yang relatif mahal dibanding uang kertas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Uang logam atau koin menjadi satu-satunya alat pembayaran sebelum uang kertas ditemukan. Tentu saja, sebelum mengenal uang, orang-orang terbiasa menggunakan sistem barter alias tukar menukar barang.

Penggunaan uang logam pun semakin berkurang di sebagian besar transaksi komersial. Meski demikian, koin masih sangat diperlukan dalam perekonomian modern. Sebab, masih ada mesin jual otomatis (vending machine) yang dioperasikan dengan koin.

Lalu, bagaimana sejarah penggunaan uang logam? Simak artikel ini yuk!

  1. 1. Sejarah uang logam

    salah satu peninggalan koin kuno Cyrene bergambar pohon Silphium (kew.org)
    salah satu peninggalan koin kuno Cyrene bergambar pohon Silphium (kew.org)

    Dikutip dari laman resmi OCBC NISP, uang logam mulai digunakan saat peradaban bangsa Lydia. Bisa dibilang bangsa Lydia merupakan pionir penggunaan uang logam.

    Kerajaan Lydia punya hubungan dengan bangsa Yunani Kuno. Penggunaan uang logam atau koin di peradaban tersebut diperkirakan telah berlangsung sejak 700 SM.

    Uang logam bangsa Lydia dibuat dari elektrum, yaitu campuran bahan emas dan perak. Kombinasi bahan dasar alami dari emas dan perak tersebut menghasilkan warna kuning muda pada koin bangsa Lydia.

    Selain bangsa Lydia, sejarah penggunaan uang logam juga ditemukan di Pulau Aegina, Yunani. Uang logam berupa koin mulai digunakan penduduk Pulau Aegina sejak 700-500 SM, hampir berdekatan dengan peradaban bangsa Lydia. Koin tersebut dicetak dengan bahan dasar perak dan emas murni impor Afrika Utara.

    Selain dua peradaban di atas, ada Dinasti Qin di China yang juga menggunakan uang logam pada 221-207 SM. Di negara tersebut, bentuk uang logam adalah berupa koin berlubang dan berbentuk pipih dengan bagian tengah, serta tepinya memiliki perbedaan warna.

    Seiring berkembangnya zaman, bahan dasar uang koin tidak hanya dari emas atau perak saja, tetapi juga tembaga atau logam lainnya agar lebih kuat.

  2. 2. Kelebihan uang logam

    pixabay.com/kschneider2991
    pixabay.com/kschneider2991

    Ada beberapa kelebihan uang logam, yakni sebagai berikut:

    • Kuat dan tahan lama
    • Sukar untuk dipalsukan
    • Memudahkan transaksi dengan nominal kecil
    • Kualitas bahan dasar dapat terkontrol
    • Tidak mudah hilang, karena pasti akan berbunyi dan memiliki bobot lebih berat.
  3. 3. Kekurangan uang logam

    ilustrasi uang logam (pexels.com/Skitterphoto)
    ilustrasi uang logam (pexels.com/Skitterphoto)

    Sementara uang logam juga memiliki kekurangan. Berikut kekurangan uang logam:

    • Memiliki bobot lebih berat daripada uang kertas
    • Tidak praktis
    • Biaya produksi cenderung mahal
    • Merepotkan saat membawa uang logam dalam jumlah banyak.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More