Edukasi Keuangan Digital, GoPay Bekali Pecalang Bali soal Risiko Pinjaman

GoPay, Findaya, dan Multifinance Anak Bangsa mengedukasi 80 pecalang Bali tentang pengelolaan keuangan harian serta penggunaan layanan digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Peserta mempelajari pengaturan pemasukan-pengeluaran, pembedaan kebutuhan dan keinginan, penetapan tujuan keuangan, serta perencanaan untuk kebutuhan saat ini dan masa depan.
Materi juga membahas risiko pendanaan digital, termasuk biaya, tenor, ketentuan, kemampuan membayar, serta GoPay Pinjam dan GoPay Later sebelum digunakan.
Jakarta, IDN Times – GoPay bersama Findaya dan Multifinance Anak Bangsa menggelar program edukasi keuangan Pintar Bareng GoPay bagi 80 pecalang di Bali. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan sehari-hari dan penggunaan layanan keuangan digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Pecalang merupakan tokoh masyarakat adat yang berperan penting dalam menjaga keharmonisan, ketertiban, dan keseimbangan di lingkungan desa adat Bali. Melalui program edukasi ini, para peserta mendapatkan pembekalan praktis mengenai cara mengatur pemasukan dan pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami penggunaan layanan keuangan digital.
Dikemas secara interaktif, kegiatan Pintar Bareng GoPay juga mengajak peserta mengenali tujuan keuangan masing-masing. Para pecalang didorong menyusun perencanaan keuangan yang lebih terarah untuk memenuhi kebutuhan saat ini sekaligus mempersiapkan kebutuhan pada masa mendatang.
Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey P. Petriny, mengatakan inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga pemahaman masyarakat dalam menggunakannya secara bijak.
“Bagi kami, inklusi keuangan bukan hanya soal akses, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pemahaman untuk menggunakan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Melalui Pintar Bareng GoPay, kami ingin membuat edukasi keuangan lebih sederhana, praktis, dan relevan bagi masyarakat, termasuk para pecalang di Bali,” ujar Audrey dalam keterangannya, dikutip Rabu (14/10/2026).
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui program tersebut dapat membantu para pecalang mengelola keuangan dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Selain perencanaan dan pengelolaan keuangan, program ini membahas penggunaan layanan pendanaan digital. Para peserta diberikan pemahaman bahwa penggunaan layanan pendanaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar.
Peserta juga diajak memahami manfaat dan risiko, biaya, tenor, serta ketentuan produk sebelum menggunakan layanan pendanaan digital, termasuk GoPay Pinjam dan GoPay Later.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat agar dapat mempertimbangkan kondisi keuangan dan kewajiban pembayaran sebelum memanfaatkan layanan keuangan digital.
I Made Wena, Patajuh/Wakil Bandesa Agung Baga Kasukertan, Krama dan Wewidangan sekaligus Pembina Pasikian Pacalang MDA Provinsi Bali, mengapresiasi penyelenggaraan edukasi keuangan tersebut.
Menurut dia, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan penting bagi pecalang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus merencanakan masa depan.
“Kami mengapresiasi edukasi yang dilakukan GoPay dengan penyajian praktis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang diberikan dapat membantu para pecalang semakin memahami cara mengelola keuangan dan menggunakan layanan keuangan digital secara bijak dan bertanggung jawab,” kata I Made Wena.
Pintar Bareng GoPay merupakan rangkaian program edukasi keuangan yang membantu masyarakat memahami berbagai aspek pengelolaan keuangan. Materinya mencakup perencanaan keuangan, pengelolaan tabungan, hingga pengenalan berbagai pilihan investasi.
Sejak 2019, program ini telah menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia melalui kegiatan edukasi yang diselenggarakan secara daring maupun luring.
Melalui kegiatan tersebut, GoPay bersama Findaya dan Multifinance Anak Bangsa berupaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan serta penggunaan layanan keuangan digital secara bijak dan bertanggung jawab.






















