Comscore Tracker

Mengenal Robot Trading yang kian Populer dalam Investasi

Fakta-fakta tentang robot trading yang bakal diatur Bappebti

Jakarta, IDN Times - Istilah robot trading kian populer belakangan ini. Terbaru, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan memblokir 249 domain situs web entitas di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang tidak memiliki perizinan, mayoritas entitas berkedok robot trading.

Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan domain situs web tak berizin yang diblokir itu secara umum terdiri atas duplikasi situs web pialang berjangka yang memiliki perizinan dari Bappebti, situs web introducing broker dari pialang berjangka luar negeri, hingga penawaran paket investasi forex berkedok penjualan robot trading.

Istilah robot trading sendiri belakangan kian populer seiring berkembangkan investasi kripto. Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang digunakan dalam aplikasi investasi kripto kini mulai digemari para investor.

Nah apa sih robot trading tersebut? Berikut lima faktanya.

Baca Juga: Trading dan Investasi Kripto Pakai Robot, Untung atau Buntung? 

1. Istilah robot trading

Mengenal Robot Trading yang kian Populer dalam Investasiilustrasi kecerdasan otak manusia (pixabay.com/geralt)

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menjelaskan bahwa robot trading adalah sebuah kegiatan perdagangan investasi otomatis. Sistemnya telah diprogram khusus dengan menggunakan algoritma dan indikator-indikator analisa teknikal untuk memberikan sinyal trading, kapan harus buy dan kapan sell.

Nantinya, perusahaan penyedia akan mendapatkan keuntungan dari beberapa sistem, seperti dari penjualan atau penyewaan robotnya. "Atau biasanya bisa dari sharing profit juga," kata Sutopo kepada IDN Times, Selasa (21/9/2021).

2. Perbedaan dengan manual trading

Mengenal Robot Trading yang kian Populer dalam Investasiilustrasi trading saham (unsplash/margabagus)

Sutopo menjelaskan, robot trading bisa bekerja 24 jam setiap hari secara otomatis. Selain itu tidak adanya emosi dalam trading.

"Tidak perlu kemampuan analisa yang tinggi. Tinggal ikuti robot yang sudah di-setting-kan, bagi yang bukan trader," ujarnya.

Baca Juga: Modus-Modus Baru Situs Investasi Ilegal yang Diblokir Bappebti

3. Bakal diatur oleh Bappebti

Mengenal Robot Trading yang kian Populer dalam InvestasiIlustrasi hukum (IDN Times/Sukma Shakti)

Rencananya, robot trading bakal diatur oleh Bappebti. Hal ini salah satunya karena banyak investasi bodong, termasuk modus penawaran paket investasi forex memakai kedok penjualan robot trading. Paket-paket investasi ini diperdagangkan dengan menggunakan sistem member get member.

Selama pemantauan pada Agustus 2021 lalu, Bappebti masih menemukan penawaran, iklan, dan iklan investasi PBK yang menggunakan robot trading atau expert advisor (EA) dengan sistem member get member.

"Memang di Indonesia sendiri saat ini belum ada aturan jelas soal robot trading. Tapi infonya dari pihak regulator dalam hal ini Bappebti sudah akan segera mengeluarkan aturan dan pengawasan terhadap robot trading, dan menurut saya ini hal yang sangat bagus jika bisa diatur," papar Sutopo.

4. Robot trading bisa bikin untung

Mengenal Robot Trading yang kian Populer dalam InvestasiIlustrasi nilai tukar rupiah terhadap dollar naik (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut Sutopo, robot trading merupakan inovasi baru yang positif. "Penggunaan real robot pada aplikasi, membuat dana yang diperdagangkan ada di account kita sendiri dengan menggunakan exchange-exchange besar dan likuid."

Selain itu risiko trading di SPOT kripto itu menurutnya juga cenderung lebih kecil yaitu ketika market crash atau harga turun tajam. 

"Kalau real robot, tidak akan menjanjikan fix income atau ROI. Kemudian robotnya bisa digunakan di beberapa exchange atau broker yang besar dan diakui, bukan exchange atau broker yang tidak jelas," kata Sutopo.

Baca Juga: Menguak Mitos Trading Forex, Apakah Benar Sesusah Itu?

5. Waspada fake robot

Mengenal Robot Trading yang kian Populer dalam Investasiilustrasi kecerdasan buatan (pixabay.com/geralt)

Meski bisa membuat untung, Sutopo mewanti-wanti investor agar waspada terhadap fake robot yang ada di aplikasi kripto.

"Sekarang ini banyak bermunculan robot-robot trading yang tidak jelas dengan broker yang tidak jelas pula sehingga ini sangat mengkhawatirkan akan terjadi hal yang merugikan masyarakat ke depannya," kata Sutopo.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya