IHSG Sempat Trading Halt usai Rilis MSCI, BEI Minta Investor Rasional

- IHSG melemah setelah MSCI mempertimbangkan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
- BEI menghentikan perdagangan selama 30 menit setelah IHSG turun 8,01 persen pada praperdagangan; indeks kemudian ditutup anjlok 10,76 persen di sesi I.
- BEI mengimbau investor tetap rasional, berorientasi jangka panjang, serta mengambil keputusan jual-beli berdasarkan fundamental pasar dan perusahaan, bukan mengikuti pergerakan indeks.
Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta investor tetap bertindak rasional dalam menyikapi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Hal itu menyusul pelemahan IHSG setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) Inc mempertimbangkan untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Usai pengumuman MSCI itu, perdagangan bursa sempat dihentikan sementara (trading halt) selama 30 menit, yakni mulai pembukaan pukul 09.00 WIB sampai 09.30 WIB. Trading halt dilakukan karena IHSG melemah 8,01 persen sejak praperdagangan. Setelah trading halt dibuka, IHSG sempat terjun bebas lebih dari 11 persen, dan ditutup anjlok 10,76 persen pada perdagangan sesi I.
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi meminta investor bertindak dengan mempertimbangkan keputusan investasi jangka panjang.
“Jadi untuk investor, sekali lagi kalau kami dari bursa kan beberapa kali menyampaikan bahwa long term view-nya dari investor itu harusnya lebih pada long term horizon,” ucap Iding di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
BEI mengimbau investor bertindak secara rasional dengan mempertimbangkan fundamental pasar dan juga perusahaan.
“Karena IHSG mengalami penurunan tentu kita bisa melihat lebih dalam lagi bagaimana fundamental daripada market, fundamental daripada perusahaan. Tentu sekali lagi buat investor ya bertindak secara rasional. Jangan ikut-ikutan, jangan jual atau beli karena pergerakan pasar, tapi jual atau beli benar-benar karena fundamental dari market, fundamental dari perusahaannya,” tutur Iding.



















