Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan kecukupan likuiditas valuta asing (valas). Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan permintaan dan pasokan valas, pemberian insentif untuk mendorong arus masuk modal asing, hingga intervensi di pasar keuangan.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan, stabilitas nilai tukar bergantung pada keseimbangan permintaan dan pasokan valas di pasar setiap hari, selain dipengaruhi persepsi dan sentimen pelaku pasar.
"Dari sisi permintaan (demand), BI melanjutkan kebijakan pemenuhan underlying atau dokumen pendukung pembelian valas," tegasnya dalam Taklimat Media Bank Indonesia, Jumat (23/10/2026).
