Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kebiasaan Finansial yang Diam-Diam Membuatmu Sulit Naik Kelas

4 min read
5 Kebiasaan Finansial yang Diam-Diam Membuatmu Sulit Naik Kelas
Ilustrasi kecemasan finansial (freepik.com)
  • Kenaikan penghasilan sering habis karena lifestyle inflation; keluarga dianjurkan menentukan alokasi gaji tambahan ke tabungan atau investasi sebelum dipakai untuk konsumsi.
  • Pendapatan dari kenaikan gaji maupun side hustle perlu diprioritaskan untuk membangun aset, sambil mempertahankan gaya hidup agar pengeluaran tidak mengejar pertumbuhan pendapatan.
  • Pengelolaan finansial mencakup perhatian pada pajak investasi, pengendalian pengeluaran kecil dan utang berbunga tinggi, serta pembangunan sumber penghasilan tambahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi banyak keluarga kelas menengah, kenaikan penghasilan belum tentu berarti kondisi keuangan menjadi lebih longgar. Ketika biaya hidup terus meningkat, tuntutan sosial semakin besar, dan berbagai kemudahan konsumsi semakin mudah diakses, tambahan penghasilan sering kali langsung habis untuk meningkatkan gaya hidup.

Perbedaan antara keluarga yang berhasil keluar dari kondisi tersebut dan mereka yang terus terjebak biasanya bukan semata-mata soal keberuntungan atau bekerja lebih keras. Kebiasaan sehari-hari dalam mengelola pendapatan justru memiliki peran besar.

Dikutip dari GoBankingRates, berikut beberapa strategi yang dapat membantu rumah tangga kelas menengah menciptakan ruang finansial lebih besar, mulai menumbuhkan investasi, dan perlahan bergerak menuju kondisi upper-middle class.

  1. 1. Jangan biarkan kenaikan gaji langsung menaikkan gaya hidup

    gaya hidup mewah
    Ilustrasi gaya hidup mewah (freepik.com)

    Salah satu jebakan finansial yang paling umum adalah lifestyle inflation, yaitu kecenderungan meningkatkan pengeluaran setiap kali pendapatan bertambah.

    Chad Gammon, seorang certified financial planner dan pemilik Custom Fit Financial, memberikan contoh sederhana. Ketika seseorang mendapatkan kenaikan gaji, ia mungkin merasa sudah waktunya mengganti mobil dengan kendaraan yang lebih mahal. Padahal, uang tambahan tersebut sebenarnya bisa dialihkan untuk tabungan atau investasi pensiun.

    Paul Cheetham, CEO dan founder Vanla Group, juga mengatakan bahwa salah satu kebiasaan yang menghambat pembangunan kekayaan adalah mulai bertindak seolah-olah sudah berada di kelas ekonomi yang lebih tinggi. Jika tujuanmu adalah meningkatkan kondisi finansial, jangan membuat keputusan berdasarkan gaya hidup yang ingin dicapai sebelum kekayaan tersebut benar-benar terbentuk.

    Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menentukan terlebih dahulu ke mana kenaikan pendapatan akan dialokasikan sebelum uang tersebut masuk ke pengeluaran konsumtif. Dengan begitu, setiap kenaikan gaji dapat menjadi bahan bakar untuk membangun kekayaan, bukan sekadar alasan untuk meningkatkan gaya hidup.

  2. 2. Jangan habiskan penghasilan tambahan sebelum menginvestasikannya

    ilustrasi belanja (.pexels.com/@olly)
    ilustrasi belanja (.pexels.com/@olly)

    Memiliki side hustle atau mendapatkan kenaikan penghasilan hanya akan memberikan dampak besar jika sebagian uang tambahan tersebut benar-benar disimpan atau diinvestasikan.

    Vince Stanzione, seorang self-made multimillionaire dan penulis The Millionaire Dropout, mengatakan bahwa sebagian besar penghasilan dari bisnis sampingan sebaiknya dialokasikan untuk investasi agar pengeluaran tidak ikut membesar mengikuti pendapatan.

    Ia bahkan menceritakan dirinya pernah memperoleh jutaan dolar penghasilan tambahan dalam beberapa tahun, tetapi tetap tinggal di rumah yang sama dan menggunakan mobil yang sama. Gaya hidupnya tidak ikut melonjak meskipun pendapatannya meningkat secara signifikan.

    Prinsipnya sederhana: jangan biarkan pengeluaran mengejar pertumbuhan penghasilan.

    Jika penghasilan bertambah, pertahankan sebagian besar gaya hidup yang sudah ada dan arahkan uang ekstra tersebut untuk membangun aset. Dengan cara ini, kenaikan pendapatan benar-benar dapat mempercepat pertumbuhan kekayaan.

  3. 3. Perhatikan pajak saat berinvestasi

    Ilustrasi pajak (freepik.com)
    Ilustrasi pajak (freepik.com)

    Banyak orang fokus pada berapa besar keuntungan investasi yang bisa diperoleh, tetapi lupa mempertimbangkan berapa banyak yang akhirnya harus dibayarkan dalam bentuk pajak.

    Menurut Gammon, kurang memahami konsekuensi pajak dapat mengurangi pertumbuhan investasi dalam jangka panjang. Karena aturan perpajakan dapat berubah, penting untuk memahami dasar-dasarnya atau berkonsultasi dengan financial planner maupun CPA.

    Dengan memperhatikan aspek pajak sejak awal, investor tidak hanya mengejar return yang tinggi, tetapi juga berusaha mempertahankan lebih banyak hasil investasi yang diperoleh.

  4. 4. Jangan remehkan pengeluaran kecil yang terjadi setiap hari

    uang
    Ilustrasi uang (freepik.com)

    Pengeluaran kecil memang terlihat tidak signifikan jika dilihat satu per satu. Namun, ketika terjadi berulang kali, jumlahnya dapat menggerus kemampuan seseorang untuk menabung dan berinvestasi.

    Cheetham menyoroti beberapa kebiasaan seperti memilih kendaraan yang terlalu mahal, terlalu sering makan di luar, memesan makanan melalui layanan delivery, serta membayar berbagai biaya kenyamanan yang sebenarnya bisa dikurangi.

    Masalah yang lebih besar muncul ketika kebiasaan tersebut dibarengi dengan saldo kartu kredit berbunga tinggi atau tidak adanya kontribusi rutin ke rekening pensiun. Uang yang terus digunakan untuk konsumsi atau membayar bunga utang adalah uang yang kehilangan kesempatan untuk berkembang melalui investasi.

    Karena itu, bukan berarti semua pengeluaran kecil harus dihilangkan. Yang lebih penting adalah mengetahui mana yang benar-benar memberikan nilai dan mana yang hanya menguras uang tanpa memberikan manfaat berarti dalam jangka panjang.

  5. 5. Jangan hanya mengandalkan satu sumber penghasilan

    menerima gaji
    Ilustrasi menerima gaji (freepik.com)

    Mengandalkan satu gaji adalah kondisi yang sangat umum, tetapi juga membuat pertumbuhan pendapatan memiliki batas yang cukup jelas.

    Stanzione menjelaskan bahwa banyak pekerja kelas menengah pada dasarnya dibayar berdasarkan waktu. Bahkan seseorang dengan profesi berpenghasilan tinggi seperti pengacara atau dokter tetap memiliki batas pendapatan karena jumlah jam kerja mereka terbatas.

    Karena itu, membangun sumber penghasilan tambahan dapat menjadi strategi penting untuk memperbesar ruang finansial. Penghasilan dari bisnis sampingan, investasi, royalti, atau sumber lain yang dapat berjalan lebih otomatis dapat memberikan tambahan dana yang kemudian dialokasikan kembali untuk investasi.

    Semakin banyak sumber pendapatan yang dimiliki, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan jumlah uang yang dapat disimpan dan diinvestasikan tanpa harus selalu menambah jam kerja.

    Pada akhirnya, naik ke tingkat finansial yang lebih tinggi bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Ini juga tentang memastikan bahwa setiap tambahan uang tidak langsung hilang dalam gaya hidup, melainkan digunakan untuk menciptakan lebih banyak pilihan di masa depan. Sedikit ruang finansial hari ini dapat menjadi tabungan, investasi, dan aset yang jauh lebih besar beberapa tahun kemudian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More