ilustrasi dompet, koin, uang logam (pexels.com/Emil Kalibradov)
Sebagian orang merasa kesulitan mengendalikan pengeluaran, tapi ada juga yang justru mengalami kecemasan berlebihan ketika harus menggunakan uang. Kamu mungkin memiliki tabungan yang cukup, tapi tetap merasa bersalah setelah membeli kebutuhan sehari-hari. Bahkan, kamu bisa menunda pemeriksaan kesehatan, menolak membeli makanan bergizi, atau menghindari pengeluaran penting karena takut uang akan habis. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini bisa mengganggu kualitas hidup.
Perasaan tersebut bisa berkaitan dengan pengalaman masa lalu, pola asuh keluarga, atau kondisi keuangan yang pernah membuatmu merasa gak aman. Misalnya, kamu tumbuh di lingkungan keluarga yang sering mengalami kesulitan finansial sehingga terbiasa menganggap setiap pengeluaran sebagai ancaman. Akibatnya, meskipun kondisi keuanganmu sekarang lebih stabil, rasa takut kehilangan uang masih sulit dihilangkan. Ahli terapi keuangan dapat membantumu mengenali keyakinan yang memengaruhi keputusan finansial sekaligus belajar membedakan pengeluaran yang memang berisiko dengan pengeluaran wajar untuk memenuhi kebutuhan.
Memiliki masalah dalam mengelola uang gak selalu berarti kamu kurang disiplin atau gak pandai membuat anggaran, ya. Adakalanya kebiasaan finansial terbentuk dari pengalaman masa lalu, tekanan emosional, atau rasa takut yang belum terselesaikan.
Jika persoalan uang mulai mengganggu tidur, memicu konflik dengan pasangan, atau membuatmu kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, jangan ragu mempertimbangkan bantuan profesional. Dengan memahami hubungan antara kondisi emosional dan keputusan finansial, kamu bisa mulai membangun kebiasaan yang lebih sehat tanpa harus terus-menerus dihantui rasa takut terhadap uang.