Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kelas Menengah AS Dulu vs Sekarang: Mengapa Gaji 2025 Tak Lagi Cukup?
Ilustrasi menerima gaji (freepik.com)

Intinya sih...

  • Pendapatan kelas menengah pada 1980 cukup untuk hidup dengan satu sumber penghasilan, namun pada 2025, banyak keluarga membutuhkan dua sumber pendapatan untuk mempertahankan standar hidup.

  • Harga rumah di AS hampir lima kali lipat pendapatan median pada 2025, membuat banyak keluarga kelas menengah menunda atau mengurungkan niat memiliki rumah.

  • Harga kebutuhan harian naik jauh lebih cepat daripada kenaikan gaji, mempersempit ruang untuk tabungan dan kebutuhan tambahan bagi keluarga kelas menengah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Keluarga kelas menengah di tahun 1980 hidup di era Atari, telepon putar, dan mobil station wagon bermotif kayu. Saat itu, pendapatan rumah tangga median di Amerika Serikat (AS) sekitar 21.020 dolar AS, cukup untuk membeli rumah sederhana, mobil yang dapat diandalkan, dan liburan keluarga tanpa terjebak utang besar.

Menurut definisi Pew Research Center, kelas menengah adalah mereka yang berpenghasilan dua pertiga hingga dua kali lipat pendapatan median nasional. Artinya, pada 1980, pendapatan kelas menengah berkisar 14 ribu hingga 42 ribu dolar AS.

Kini, dengan pendapatan median mencapai 80.610 dolar AS, biaya hidup meningkat jauh lebih cepat daripada kenaikan gaji. Nominal pendapatan memang lebih besar, tetapi rasa aman finansial yang dulu melekat kini sulit didapat.

Dilansir GoBankingRates, berikut perbandingan pendapatan kelas menengah tahun 1980 dan 2025.

1. Pendapatan

Ilustrasi strategi finansial (freepik.com)

Pada 1980, pekerja kelas menengah seperti guru, manajer kantor, atau pekerja terampil biasanya menghasilkan 6–8 dolar AS per jam, atau sekitar 13 ribu–16 ribu dolar AS per tahun (BLS). Jumlah ini cukup untuk menghidupi keluarga dengan satu sumber penghasilan.

Pada 2025, pekerja penuh waktu rata-rata berpenghasilan sekitar 68 ribu dolar AS per tahun. Namun, lonjakan biaya rumah, layanan kesehatan, dan kebutuhan pokok jauh melampaui kenaikan upah. Banyak keluarga kini membutuhkan dua sumber pendapatan hanya untuk mempertahankan standar hidup yang dulu bisa dicapai dengan satu gaji.

2. Harga rumah

Ilustrasi jual beli rumah (freepik.com)

Pada 1980, harga rumah median di AS sekitar 64 ribu dolar AS (HUD). Meski suku bunga mencapai 13,8 persen, harga rumah hanya sekitar tiga kali pendapatan median.

Namun pada 2025, harga rumah melonjak menjadi sekitar 410 ribu dolar AS, hampir lima kali lipat pendapatan median. Walaupun suku bunga lebih rendah dibandingkan era 80-an, kemampuan membeli rumah semakin menurun. Banyak keluarga kelas menengah kini menunda atau bahkan mengurungkan niat memiliki rumah.

3. Biaya hidup

Ilustrasi belanja (freepik.com)

Sekitar 1980, roti seharga 50 sen dan bensin 1,19 dolar AS per galon mudah masuk dalam anggaran bulanan tanpa banyak tekanan. Pada 2025, roti rata-rata 1,87 dolar AS, sementara bensin mencapai 3,05 dolar AS per galon.

Meski gaji meningkat, harga kebutuhan harian naik jauh lebih cepat, mempersempit ruang untuk tabungan dan kebutuhan tambahan.

4. Harga mobil

Ilustrasi membeli mobil (freepik.com)

Pada 1980, mobil baru rata-rata seharga 7.557 dolar AS, sekitar sepertiga pendapatan tahunan. Mobil keluarga dapat dilunasi hanya dalam beberapa tahun.

Saat ini, harga mobil baru melampaui 47 ribu dolar AS, lebih dari setengah pendapatan rumah tangga rata-rata. Ditambah tenor kredit yang semakin panjang, kepemilikan mobil menjadi beban finansial yang jauh lebih berat dari generasi sebelumnya.

5. Gaya hidup

Ilustrasi makan di restoran (freepik.com)

Kenyamanan kelas menengah pada 1980 mencakup TV berwarna, microwave, dan liburan keluarga tahunan, semuanya masih terjangkau dari satu gaji. Teknologi baru seperti VCR dan telepon nirkabel menjadi simbol kemapanan.

Pada 2025, kebutuhan harian mencakup smartphone, internet, layanan streaming, hingga biaya perjalanan udara yang makin mahal. Kebutuhan modern ini datang dengan biaya tambahan yang terus meningkat, membuat kenyamanan sederhana terasa semakin sulit dijangkau tanpa utang atau jam kerja ekstra.

Kelas menengah tidak hilang, tetapi biaya untuk menjalaninya melonjak tajam. Pendapatan memang naik sejak 1980, namun inflasi dan perubahan gaya hidup bergerak jauh lebih cepat. Gaji yang dulu cukup untuk rumah, mobil, dan liburan, kini sering kali hanya cukup untuk kebutuhan pokok.

Bagi keluarga kelas menengah masa kini, tantangannya bukan mengejar kemewahan, melainkan mengembalikan keseimbangan finansial. Dengan memahami bagaimana angka-angka ini berubah, keluarga dapat merencanakan langkah yang lebih strategis untuk mempertahankan stabilitas di tengah tekanan ekonomi modern.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team