Kalau ada dua produk dengan fungsi yang sama, mana yang akan kamu pilih: produk seharga Rp50 ribu atau Rp100 ribu? Secara logika, produk Rp50 ribu terlihat lebih menguntungkan. Dengan kualitas yang dianggap sama, mengapa harus membayar lebih mahal?
Namun, dalam praktiknya, harga murah tidak selalu otomatis membuat sebuah produk lebih menarik. Ada konsumen yang justru curiga ketika menemukan produk dengan harga jauh di bawah harga pasar. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen tidak selalu melihat harga hanya sebagai jumlah uang yang harus dibayarkan. Harga juga bisa menjadi sinyal mengenai kualitas, nilai, dan posisi sebuah produk.
Konsumen kerap menggunakan harga sebagai salah satu petunjuk untuk menilai produk, tterutama ketika mereka tidak memiliki banyak informasi lain mengenai kualitasnya. Lantas, kenapa harga murah tidak selalu berhasil menarik pembeli? Simak penjelasan berikut ini!
