Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kiyosaki: Utang Lebih Banyak Jadi Jalan Tercepat Keluar dari Utang
ilustrasi debt free, bebas utang, financial freedom, bebas finansial (vecteezy.com/Bigc Studio)
  • Robert Kiyosaki menilai utang dapat membantu membangun kekayaan bila dipakai membeli aset produktif yang menghasilkan pemasukan, bukan untuk konsumsi pribadi.
  • Aset seperti kapal, jet, peralatan usaha, atau laptop bisa membantu membayar cicilan melalui pendapatan, tetapi perhitungan arus kas harus memasukkan seluruh biaya operasional.
  • Strategi utang tetap berisiko karena pendapatan bisa turun sementara cicilan berjalan; kemampuan membayar, bunga, potensi rugi, dan aturan pajak perlu diperiksa sebelum meminjam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Utang sering dianggap sebagai beban keuangan yang harus segera dilunasi agar hidup lebih tenang. Namun, Robert Kiyosaki justru berpendapat bahwa menambah utang bisa menjadi salah satu cara untuk membangun kekayaan.

Penulis buku Rich Dad Poor Dad ini menilai bahwa orang kaya memahami cara memanfaatkan pinjaman untuk menghasilkan uang. Ia mencontohkan kapal layar dan jet pribadi miliknya yang disewakan kepada orang lain untuk membantu membayar biaya kepemilikannya. Meski terdengar menarik, strategi ini tetap memiliki risiko yang perlu kamu pahami sebelum menerapkannya.

Lantas, bagaimana cara Kiyosaki memanfaatkan utang untuk menghasilkan uang dan apa saja hal yang perlu diperhatikan sebelum menerapkannya? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Mengubah utang menjadi alat menghasilkan uang

ilustrasi private jet (unsplash.com/Niklas Jonasson)

Dalam sebuah episode Rich Dad Radio Show, Robert Kiyosaki menjelaskan bahwa utang gak selalu menjadi keputusan keuangan yang buruk. Menurutnya, persoalan utamanya terletak pada cara seseorang menggunakan uang pinjaman tersebut. Utang untuk membeli aset produktif berpotensi menghasilkan pemasukan, sedangkan pinjaman untuk memenuhi keinginan pribadi justru bisa menambah beban keuangan.

Kiyosaki mencontohkan kapal layar sepanjang 58 kaki dan jet pribadi miliknya bersama sang istri, Kim. Kedua aset tersebut disewakan ketika tak digunakan sehingga pemasukan dari penyewaan bisa membantu membayar cicilan, asuransi, dan biaya perawatan. Namun, strategi ini gak menjamin keuntungan karena pemilik tetap menghadapi risiko kerusakan, sepinya pelanggan, dan biaya operasional yang tinggi.

2. Memahami perbedaan utang baik dan utang buruk

ilustrasi utang (vecteezy.com/Dilok Klaisataporn)

Kiyosaki membedakan utang berdasarkan tujuan penggunaannya dan potensi manfaat finansialnya. Utang baik digunakan untuk memperoleh aset produktif atau mengembangkan usaha yang berpeluang menghasilkan uang. Sebaliknya, utang buruk cenderung digunakan untuk membiayai konsumsi tanpa memberikan pemasukan tambahan. Meski begitu, pinjaman untuk usaha tetap berisiko jika hasilnya gak sesuai harapan.

Sebagai contoh, kamu meminjam uang untuk membeli peralatan usaha yang bisa membantu meningkatkan jumlah pesanan. Jika keuntungan usaha cukup untuk menutup cicilan dan biaya operasional, pinjaman tersebut berpotensi memberikan manfaat. Namun, kamu tetap perlu menghitung bunga dan kemampuan membayar sebelum mengambil pinjaman. Penjelasan mengenai perbedaan utang baik dan utang buruk juga dibahas oleh Rich Dad melalui materi edukasinya tentang pengelolaan utang.

3. Memperhatikan arus kas sebelum membeli aset

ilustrasi menghitung dengan kalkulator, budgeting, anggaran (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Menurut Kiyosaki, hal penting yang perlu diperhatikan ketika membeli sesuatu adalah arah arus kasnya. Artinya, kamu perlu menilai apakah barang tersebut menghasilkan pemasukan atau justru terus menghabiskan uang. Prinsip ini bisa diterapkan pada keputusan sederhana, seperti membeli laptop untuk membuka jasa desain grafis. Jika penghasilan dari klien mampu menutup biaya pembelian dan operasional, laptop tersebut berpotensi menjadi aset produktif.

Namun, kamu jangan hanya menghitung uang yang masuk tanpa memperhatikan pengeluaran. Bisnis penyewaan kendaraan, misalnya, tetap membutuhkan biaya perawatan, asuransi, pajak, dan cicilan. Jika total pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, usaha tersebut justru merugi. Karena itu, pastikan kamu hitung dulu potensi keuntungan bersih sebelum memutuskan berutang untuk membeli aset, ya.

4. Mewaspadai risiko utang dan persoalan pajak

ilustrasi pajak, pengeluaran, kalkulator (vecteezy.com/Thanakorn Lappattaranan)

Strategi Kiyosaki terdengar menjanjikan, tapi utang tetap harus dibayar meskipun bisnis mengalami kerugian. Pendapatan dari penyewaan kapal atau pesawat bisa turun ketika pelanggan berkurang, sementara biaya perawatan dan cicilan terus berjalan. Kiyosaki juga pernah menyatakan memiliki utang sekitar US$1,2 miliar atau setara Rp21,45 triliun, dengan asumsi kurs Rp17.875 per dolar AS. Namun, pernyataan tersebut gak otomatis membuktikan bahwa strategi berutang dalam jumlah besar aman diterapkan oleh semua orang.

Kamu juga perlu berhati-hati ketika mengaitkan aset yang disewakan dengan keuntungan pajak. Internal Revenue Service (IRS), lembaga pajak Amerika Serikat, menjelaskan bahwa aktivitas hobi dan bisnis dibedakan melalui sejumlah pertimbangan, termasuk tujuan memperoleh keuntungan dan cara kegiatan tersebut dikelola. Artinya, menyewakan barang gak otomatis membuat seluruh pengeluarannya bisa dikurangkan dari pajak. Aturan pajak di Indonesia pun berbeda, sehingga kamu perlu memeriksa ketentuan yang berlaku di dalam negeri.

5. Mengambil pelajaran tanpa meniru secara mentah

ilustrasi pinjaman, skor kredit, utang (magnific.com/jcomp)

Pemikiran Kiyosaki mengajarkan bahwa kamu perlu mempertimbangkan kemampuan suatu aset menghasilkan uang sebelum membelinya. Namun, bukan berarti kamu harus mengambil pinjaman besar untuk membangun kekayaan, ya. Jika penghasilan masih terbatas, kamu bisa memulai dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, menyiapkan dana darurat, serta mempelajari peluang usaha yang sesuai kemampuan. Langkah ini membantu mengurangi risiko ketika menghadapi kebutuhan mendadak.

Kamu juga gak perlu memiliki kapal atau pesawat untuk menerapkan prinsip arus kas. Peralatan kerja atau usaha kecil bisa menjadi awal selama perhitungannya masuk akal dan risikonya dapat ditanggung. Sebelum berutang, pastikan cicilan tetap terjangkau meskipun pendapatan menurun. Dengan begitu, kamu bisa membangun aset secara bertahap tanpa menganggap utang sebagai jalan pintas menuju kekayaan.

Pernyataan Robert Kiyosaki bahwa utang lebih banyak bisa menjadi jalan tercepat keluar dari utang memang terdengar kontroversial. Inti pemikirannya adalah memanfaatkan pinjaman untuk membeli aset yang berpotensi menghasilkan pemasukan.

Namun, strategi tersebut tetap memiliki risiko dan gak cocok untuk semua kondisi keuangan. Jadi, sebelum berutang, pastikan kamu memahami perhitungannya, kemampuan membayar, serta kemungkinan kerugian yang bisa terjadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article